ARAB SAUDI: Di tengah cuaca ekstrem yang melanda Arab Saudi, kebutuhan akan asupan makan dan minum yang cukup dan bergizi menjadi faktor krusial bagi jemaah haji.
Menyikapi hal ini, Kementerian Agama (Kemenag) kembali menekankan pentingnya menjaga pola konsumsi demi menunjang kesehatan selama menjalani rangkaian ibadah haji yang padat.
Hal ini disampaikan Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Akhmad Fauzi, dalam siaran pers, Minggu (18 Mei 2025).
“Salah satu aspek penting yang menjadi perhatian adalah pola konsumsi jemaah,” ujarnya.
Fauzi menjelaskan, jemaah haji Indonesia pada tahun ini mendapatkan konsumsi sebanyak 127 kali layanan makan, dengan rincian:
* 84 kali selama di Makkah
* 27 kali di Madinah
* 15 kali makan dan 1 snack berat selama puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Menu yang disiapkan telah disesuaikan dengan selera jemaah Indonesia, mencakup nasi, lauk ayam atau daging, sayur, buah, air mineral, serta sambal khas Nusantara.
Seluruh makanan disiapkan dan didistribusikan oleh tim konsumsi dan petugas haji dengan pengawasan ketat untuk memastikan makanan tetap sehat, halal, layak konsumsi, dan bergizi.
Meski layanan makanan telah tersedia secara teratur, Kemenag mengimbau agar jemaah tetap disiplin dalam mengatur pola makan.
Jemaah diharapkan mengonsumsi makanan sesuai jadwal yang tertera di kemasan.
Distribusi makanan dilakukan tiga kali sehari:
* Pagi: pukul 05.00–08.00 WAS
* Siang: pukul 12.00–14.00 WAS
* Malam: pukul 17.00–19.00 WAS
Jemaah diminta untuk tidak mengonsumsi makanan secara berlebihan dan selalu menjaga kecukupan air minum.
“Cukupkan makan sesuai kebutuhan tubuh dan perbanyak minum air putih agar tetap terhidrasi,” imbaunya.
Fauzi juga meminta jemaah untuk segera melapor kepada petugas kloter atau tenaga kesehatan jika mengalami gejala seperti mual, diare, atau kehilangan nafsu makan.
“Jika mengalami gejala seperti mual, diare, atau tidak nafsu makan, segera laporkan ke petugas kloter atau tenaga kesehatan,” pesannya.
Sebagai penutup, ia mengajak seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan sebagai bagian dari ikhtiar meraih kemabruran ibadah haji.
Ia juga mengimbau media dan masyarakat untuk turut menyebarluaskan pesan ini sebagai bentuk kepedulian bersama.

