SAMARINDA: Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Darlis Pattalongi, menilai dunia pendidikan saat ini tidak cukup hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga harus memperkuat pembinaan adab dan karakter peserta didik.
Menurutnya, salah satu kelemahan dalam sistem pendidikan selama ini adalah masih rendahnya pembinaan karakter, sehingga berbagai persoalan yang seharusnya tidak terjadi di lingkungan pendidikan justru kerap muncul.
“Selama ini salah satu kelemahan dunia pendidikan kita adalah rendahnya pembinaan karakter dan adab. Akibatnya banyak hal yang mestinya tidak terjadi di dunia pendidikan justru terjadi,” ujarnya saat diwawancarai di sela kegiatan Cerdas Cermat Islami PANDAI 2026 di Rumah PAN Kaltim, Samarinda, Selasa, 10 Maret 2026.
Ia menegaskan pendidikan yang ideal harus mampu mengintegrasikan pengetahuan umum dengan nilai-nilai keagamaan secara seimbang.
Dengan integrasi tersebut, siswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan adab yang baik dalam kehidupan sosial.
“Kita ingin mengintegrasikan wawasan umum dengan wawasan keagamaan. Sehingga siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dari sisi adab,” jelasnya.
Darlis menilai pembinaan karakter menjadi sangat penting dalam mempersiapkan generasi muda menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia di masa depan tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual, tetapi juga dari integritas moral dan sikap yang dimiliki.
Ia menambahkan bahwa partai politik juga memiliki peran dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan edukatif di tengah masyarakat.
“Partai politik tidak melulu bicara politik praktis, tetapi juga bagaimana mengambil peran dalam pembinaan wawasan keislaman bagi generasi muda,” katanya.
Menurut Darlis yang juga menjabat Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Amanat Nasional Kalimantan Timur, salah satu bentuk upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Cerdas Cermat Islami PANDAI 2026 yang digelar oleh DPW PAN Kaltim.
Melalui kegiatan tersebut, PAN Kaltim ingin memberikan ruang bagi pelajar untuk memperdalam pengetahuan keislaman sekaligus membangun karakter generasi muda yang berintegritas.
“Dengan kegiatan seperti PANDAI ini, kita berharap pembinaan wawasan keislaman bagi putra-putri kita bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

