Bontang – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Kota Bontang mencatat anak yang berstatus yatim piatu akibat orang tua meninggal karena Covid-19 di Kota Taman mencapai 165 orang.
Hal ini dikemukakan Kepala Dinsos-PM Kota Bontang Abdu Safa Muha saat disambangi Narasi.co di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Kamis (16/9/2021).
“Data awal yang kami kirim ke provinsi ada 125 anak, namun ada tambahan 40 anak. Jadi total keseluruhan saat ini ada 165 anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal karena Covid-19,” ungkapnya.
Data tersebut dikirim ke Pemprov Kaltim dengan maksud agar anak-anak yatim piatu Bontang mendapat perhatian oleh pemerintah pusat.
“Memang ada pemberitaan bahwa pusat sudah menyiapkan anggaran Rp 135 miliar untuk 170 ribu anak yatim piatu karena Covid-19 termasuk Bontang, namun kita belum menerima informasi resminya,” ujarnya.
Dirinya berharap pemerintah pusat tidak berhenti untuk menginput data sebab Covid-19 masih terus berlangsung dan bantuan tersebut segera direalisasikan dan terus berlanjut.
“Harapan saya terus diinput dan bantuan terus berlanjut,” ujarnya.
Ditanyai soal bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk anak yatim piatu, dirinya belum bisa menjawab sebab keputusan dan kebijakan ada di tangan pemimpin daerah.
“Kalau itu belum bisa menjawab, takut salah. Kalau soal bantuan itu tergantung kebijakan dari wali kota. Tugas kita saat ini hanya menginput data yang ada di lapangan,” ujarnya.

