SAMARINDA: Dua guru lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan dari Jawa resmi bertugas di Kalimantan Timur (Kaltim) setelah ditetapkan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim.
Keduanya menjadi bagian dari 3.223 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru dilantik Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud di Gedung Olah Bebaya Komplek Kantor Gubernur Kaltim, Selasa, 9 Desember 2025.
Mereka memilih Kaltim sebagai penempatan pertama karena melihat potensi daerah ini sebagai pusat pertumbuhan pendidikan setelah ditetapkannya Ibu Kota Nusantara (IKN).
Muhammad Zaky Azymah mengatakan penempatan di Kaltim merupakan pilihan yang disadari sejak awal proses seleksi.
Dengan sistem PPG yang memungkinkan lulusan memilih daerah tugas, ia memilih Kaltim sebagai prioritas dibanding wilayah lain.
“Kami bisa memilih seluruh Indonesia. Saya memilih Kaltim sebagai pilihan pertama karena melihat potensinya besar setelah IKN,” kata Zaky.
Aris Munandar, memiliki pandangan serupa.
Ia yakin penempatan di Kaltim memberi kesempatan lebih luas untuk terlibat dalam pembangunan generasi emas di daerah yang sedang mengalami transformasi ekonomi dan sosial.
Menurutnya, tugas mengajar di Kaltim memberi ruang kontribusi yang lebih jelas pada pembangunan daerah.
“Kami ingin ikut berkontribusi membangun generasi emas di Kaltim. Menjadi guru di sini bagian dari pengabdian langsung,” jelas Aris.
Keduanya telah mulai mengajar sejak 1 Oktober 2025 meski pelantikan administratif dilakukan kemudian.
Selama penugasan awal, mereka ditempatkan di satuan pendidikan di bawah naungan Disdikbud Kaltim, terutama di jenjang SMA/SMK.
Zaky menilai Kaltim tidak hanya memiliki keunggulan sumber daya alam, tetapi juga peluang besar dalam pembangunan pendidikan berbasis SDM.
Menurutnya, pengalaman mengajar di wilayah tersebut membuka perspektif baru tentang kebutuhan daerah di luar Pulau Jawa.
“Potensi Kaltim bukan hanya tambang atau energi. SDM-nya besar dan itu masa depan. Tugas kami memastikan anak didik siap menghadapi perubahan itu,” ujarnya.

