

SAMARINDA : Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda Deni Hakim Anwar menyampaikan dukungannya terhadap rencana Wali Kota Samarinda Andi Harun yang akan membatasi penggunaan hand phone (HP) bagi siswa di Sekolah.
Hal ini menyusul ungkapan Wali Kota Samarinda Andi Harun beberapa waktu lalu yang berkeinginan penggunaan HP oleh siswa di sekolah benar-benar dibatasi. Bahkan dia mengintruksikan perihal tersebut kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin.
Deni Hakim Anwar mengungkapkan hal itu tentunya dalam rangka membawa dampak positif terhadap peserta didik di sekolah. Sebutnya pembatasan tersebut akan berimplikasi kepada perjalanan proses belajar dan mengajar para siswa dapat secara maksimal dilewati dan dipahami.
“Tentunya keinginan pak wali tersebut agar siswa benar-benar melewati proses belajarnya. Karena biasanya pengguna HP dilakukan saat jam pelajaran bisa mengganggu proses penerimaan ilmu dan pengetahuan dari guru saat mengajar,” tuturnya saat ditemui awak media di Ruang Kerjanya di DPRD Kota Samarinda, Selasa (21/3/2023).
Deni sapaan akrabnya menjelaskan kemajuan teknologi dan informasi harus dimanfaatkan dengan bijaksana dan baik, sebab bukan hanya dampak positif yang menyertainya. Namun dampak negatif tidak jarang mendominasi pengaruhnya terhadap para penggunanya yang tidak bijak dalam memanfaatkan.
Misal ketika para siswa menerima tugas oleh guru dan mengerjakannya dengan memanfaatkan teknologi dan kunci jawaban yang instan tanpa harus melewati proses belajar, memahami dan mendalami suatu ilmu pengetahuan maka pendidikan yang begini tidak jarang kurang maksimal diserap oleh peserta didik.
Kemudian alasan dukungan dirinya terhadap pembatasan penggunaan HP ini kata dia, lebih meningkatkan proses interaksi sosial para siswa di sekolah dan menumbuhkembangkan rasa kepedulian, simpati dan empati sebagai mahluk sosial.
“Jangan sampai ada degradasi sosial para siswa kita, karena penggunaan HP yang terlalu sering membuat mereka memiliki dunianya masing-masing, tidak peka terhadap lingkungan sosial dan cenderung individual,” terang politisi Gerindra itu.

