SAMARINDA – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Sri Wahyuni mengatakan program kemitraan Forest Carbon Partnership Facilty Carbon Fund (FCPF-CF) di Kaltim berhasil bahkan melampaui target penurunan emisi karbon yang ditetapkan sebesar 22 juta ton CO2e.
“Setelah kita memenuhi annual work plan, benefit sharing mechanism/plan barulah kita dapat advance payment dari World Bank” kata Yuni, sapaan akrabnya.
Hal tersebut dikatakan Yuni saat menjadi salah satu panelis dalam sesi diskusi The 13th Annual Meeting Governors Climate Forest Task Force (GCFTF) yang berlangsung di Centro de Convenciones Yucatan Siglo XXI, di Kota Merida, Provinsi Yukatan, Meksiko, Rabu malam (8/2/2023) waktu setempat.
Pengakuan dunia terhadap komitmen dan aksi nyata Kaltim dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca serta deforestasi hutan menjadi salah satu isu yang dibahas dalam kegiatan tersebut.
Ia pun memaparkan, FCPF-CF merupakan sebuah program kemitraan global pemerintah, bisnis, masyarakat sipil dan masyarakat adat yang berfokus pada pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan, pengelolaan hutan berkelanjutan dan peningkatan stok karbon hutan di negara berkembang.
“Untuk memulai program FCPF Carbon Fund ini, tidak sebentar, tapi memerlukan waktu yang cukup panjang,” ungkapnya.
Perempuan yang memiliki hobi bermain tenis meja ini menyebut, pencanangan Program Kaltim Hijau pada satu dasawarsa lalu (2011) menjadi titik awal agar program itu dapat berjalan dengan baik, Pemprov Kaltim menerbitkan sejumlah regulasi untuk memberi payung hukum.
“Dari catatan saya, dalam 7 tahun terakhir ada 19 peraturan yang mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan hingga mitigasi adaptasi perubahan iklim,” jelasnya.
Ia juga menguraikan tentang share benefit program FCPF-CF dari insentif yang diterima Kaltim, dimana ada tiga kriteria penerima dana. Pertama, penerima dana berdasarkan tanggung-jawab. Kedua, berdasarkan kinerja dan terakhir berdasarkan reward.
“Melalui program FCPF-CF ini kita menjadi role model bagi negara lain bahwa kita mampu memperoleh carbon fund,” pungkasnya.

