JAKARTA: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, berhasil meraih dua penghargaan Environmental, Social and Governamce (ESG).
Hal ini karena BNI dinilai telah menetapkan target Net Zero Emission (NZE) aktivitas operasional, melakukan inovasi terobosan, mengomunikasikan program berwawasan lingkungan.
Penghargaan ini diberikan karena BNI dinilai konsisten melakukan inovasi dan terobosan dalam mengomunikasikan program sustainability. Sehingga, publik teredukasi dengan jangkauan yang lebih luas.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo, dalam keterangannya, Rabu (6/3/2024) mengatakan, pembiayaan berkelanjutan berwawasan lingkungan ini dilakukan pada 2028 dan NZE pembiayaan pada tahun 2060.
BNI berhasil menyabet dua kategori yaitu Most Appreciated ESG Report dan ESG Lowest Risk pada ajang ESG Appreciation Night dari B Universe, sebagai bentuk konsistensi atas kepedulian terhadap lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Kategori Most Appreciated ESG Report diberikan kepada top 20 perusahaan yang mengungkapkan informasi ESG secara komprehensif pada laporan mereka. BNI keluar sebagai pemenang dari 21 nominasi.
Sementara itu, kategori ESG Lowest Risk diberikan kepada perusahaan yang memiliki risiko ESG terendah. Ini berarti BNI telah berhasil mengelola risiko-risiko terkait dengan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dengan sangat baik, dan diakui sebagai salah satu dari 20 perusahaan dengan risiko ESG terendah di pasar bursa.
Di samping itu, BNI juga berhasil meraih The Excellent Sustainable Communication Company in Financial Sector pada ajang Nusantara Sustainability Trend (NATURE) 2024 dengan tema “Embracing Humans and Environment in Harmony” dari Nusantara TV.
“Sebagai bank milik negara yang menjadi motor penggerak pelaksana Keuangan Berkelanjutan di Indonesia, BNI terus berkomitmen menginternalisasi prinsip keuangan berkelanjutan,” sebutnya.
Okki menjelaskan BNI telah melakukan berbagai inisiatif sebagai first mover implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) pada sektor perbankan.
Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah dengan menetapkan target Net Zero Emission (NZE) aktivitas operasional BNI pada 2028 dan NZE pembiayaan pada tahun 2060.
Dari sisi operasional, BNI telah melakukan perhitungan emisi scope 1, 2, dan 3 baik di kantor pusat, kantor wilayah, dan kantor cabang sesuai standar Greenhouse Gas (GHG) Protocol.
Untuk usaha penurunan emisi, BNI akan meningkatkan upaya efisiensi energi sampai ke level wilayah dan cabang serta memperbaiki proses waste management untuk mengurangi waste to landfill.
Dari sisi pembiayaan, BNI terus mengupayakan peningkatan pembiayaan green loan, di mana pada tahun 2023 pembiayaan di kategori ini mencapai Rp67,9 triliun atau tumbuh sebesar 13,6 persen dari posisi Desember 2022.(*)

