
Bontang – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang kembali menggelar rapat kerja membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Daerah bersama dinas terkait.
Salah satu alasan digodoknya Raperda Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana di Kota Bontang, fakta bahwa Kota Taman merupakan salah satu daerah kawasan industri yang memiliki potensi bencana cukup tinggi, karena pemukiman masyarakat yang berdekatan dengan aktivitas perusahaan.

Dua industri besar yang ada Bontang adalah gas dan pupuk. Belum lagi aktivitas industri lainnya.
Demikian disampaikan Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Bontang, Astuti saat Raker bersama dinas terkait, di Gedung Sekretariat DPRD Kota Bontang, Jalan Moeh Roem Kelurahan Bontang Lestari, Selasa (15/6/2021).
Lanjutnya, raperda ini dipastikan rampung dalam 2 hingga 3 kali rapat ke depan.
“Tadi sudah sampai pasal 31, mudah-mudahan 2-3 kali pertemuan lagi ini rampung,” kata Astuti.
Sebagaimana disampaikannya dalam rapat, penanganan bencana merupakan suatu pekerjaan terpadu yang melibatkan semua elemen masyarakat secara aktif dan masif.
Dengan ditetapkannya nanti raperda ini menjadi peraturan daerah, maka Pemerintah Kota Bontang akan memiliki payung hukum yang jelas dalam mengkoordinasikan penyelenggaraan penanggulangan bencana di masa yang akan datang.
Disinggung poin apa saja yang menjadi prioritas dalam raperda tersebut, pihaknya enggan berkomentar karena masih memasuki tahap pembahasan.
“Belum selesai, jadi kita masih bahas satu per satu. Jadi mungkin nanti setelah selesai baru bisa dijelaskan seperti apa kurang lebihnya,” jelasnya.
Politikus PKB itu berharap dengan adanya peraturan daerah ini ke depan dinas terkait di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dapat melaksanakan tugas penanggulangan bencana dengan payung hukum yang jelas.
“Harapannya seperti itu supaya teman- teman juga yang ketika ada bencana punya acuan regulasinya. Mereka dapat bekerja tim. Sehingga nanti itu teman-teman yang dinas kesehatan terus dari Satpol PP dapat dilibatkan karena ketika terjadi bencana mereka itu kerja tim,” tandasnya.

