JAKARTA: Kesiapan petugas haji Indonesia terus dimatangkan menjelang puncak ibadah haji.
Memasuki hari ke-18, Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M memfokuskan pembekalan pada simulasi pelayanan jemaah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Pantauan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu, 28 Januari 2026, peserta Diklat mempraktikkan langsung berbagai skenario penanganan jemaah, termasuk jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan perempuan.
Dalam simulasi, petugas dilatih mengatur ketertiban jemaah saat wukuf di Arafah, mengelola pergerakan menuju Muzdalifah dan Mina, serta menangani potensi kepadatan dan keterbatasan fasilitas.
Petugas juga dibekali kemampuan komunikasi persuasif untuk meredam ketegangan jemaah dan memastikan seluruh proses berjalan aman dan tertib.
Ketua Daker Mekkah PPIH Arab Saudi 1447 H/2026 M sekaligus Ketua Satgas Muzdalifah, Ihsan Faisal, mengatakan simulasi ini memberikan gambaran nyata dinamika lapangan saat puncak haji.
“Simulasi ini membantu petugas memahami kondisi sebenarnya dan cara melayani jemaah di Muzdalifah dan Mina,” ujarnya.
Melalui pembekalan ini, diharapkan kesiapan dan respons petugas PPIH semakin optimal dalam menghadapi puncak ibadah haji.

