SAMARINDA: Setelah resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Camelia Santi menegaskan kesiapannya menghadapi tantangan keterbatasan fiskal daerah melalui penguatan kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Neneng mengungkapkan bahwa strategi tersebut telah dipresentasikan kepada Wali Kota Andi Harun, dengan fokus utama menyatukan gerak seluruh instansi agar tetap produktif meski kondisi keuangan daerah tengah mengalami efisiensi.
“Nanti seluruh OPD kita satu padukan untuk menghadapi keadaan yang kurang secara fiskal. Kita hadapi bersama-sama, insyaallah bisa,” ujarnya usai Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji PNS Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, Kamis, 2 April 2026.
Terkait program kerja, Neneng berkomitmen menuntaskan proyek infrastruktur yang sedang berjalan agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
“Ada beberapa yang belum tuntas seperti Teras Samarinda dan terowongan. Itu kita tuntaskan agar berfungsi baik untuk masyarakat,” tegasnya.
Mengenai transisi dari jabatan sebelumnya sebagai Kepala Inspektorat, ia memastikan proses pengawasan dan audit tetap berjalan sesuai prosedur.
Salah satunya adalah penertiban kendaraan dinas yang ditargetkan selesai dalam waktu dekat.
“Review tetap jalan, tidak ada yang diberhentikan karena itu tugas inspektorat. Hasil rekomendasi review itu nantinya akan segera saya tindak lanjuti selaku Sekda,” tambahnya.
Neneng mengaku telah mengabdi sebagai ASN sejak 2002 dan terpilih melalui sistem merit.
Ia menilai pengalamannya di Inspektorat memberikan keuntungan besar dalam memetakan persoalan di setiap instansi.
“Di Inspektorat kita melihat seluruh OPD secara bird’s eye view. Saya sudah bisa memotret di mana gap-nya, termasuk pangkal temuan BPK,” jelasnya.
Neneng juga menekankan pentingnya dukungan keluarga dan kerja sama media dalam mengawal pembangunan.
Ia optimistis pengalaman berinteraksi dengan aparat penegak hukum dan lembaga audit selama ini akan memperkuat kinerjanya dalam memimpin birokrasi di Samarinda.
“Saya mohon dukungannya dari semua untuk kita bersama-sama keluar dari krisis atau kondisi fiskal yang kurang menguntungkan ini,” tutupnya.

