SAMARINDA: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan bantuan kesehatan dan mengirim relawan ke wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Pulau Sumatera.
Hingga Jumat, 12 Desember 2025 bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hampir memasuki pekan ketiga sejak terjadi pada 25 November 2025.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, Pihaknya telah mengalokasikan anggaran Rp250 juta untuk pengadaan obat-obatan dan bahan medis habis pakai (BMHP) bagi korban bencana di Aceh.
“Bapak Gubernur sudah memerintahkan untuk pengiriman relawan. Kami siapkan Rp250 juta untuk pembelian obat-obatan dan BMHP yang dibutuhkan di lokasi bencana,” ujar Jaya.
Jaya menjelaskan, pengadaan obat dilakukan melalui Kimia Farma dan saat ini proses pemesanan telah rampung.
Distribusi bantuan tinggal menunggu waktu keberangkatan tim.
“Obat-obatan sudah dipesan di Kimia Farma dan akan diambil di Medan. Tim advance direncanakan berangkat Sabtu ini,” katanya.
Sebanyak 20 tenaga kesehatan dari Kalimantan Timur disiapkan untuk diterjunkan ke lokasi terdampak.
Selain itu, relawan dari Dinas Sosial dan BPBD Kaltim juga akan diberangkatkan secara bersamaan.
“Tim kesehatan ada sekitar 20 orang. Dari Dinas Sosial sekitar 10 orang, dan BPBD juga lebih dari 10 orang,” jelasnya.
Selain bantuan kesehatan, Pemprov Kaltim juga menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp7,5 miliar untuk tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Masing-masing provinsi menerima bantuan sebesar Rp2,5 miliar.
Bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Pemprov Kaltim juga membuka penggalangan dana melalui program Kaltim Peduli Bencana yang dikoordinasikan oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kaltim.
Pengumpulan bantuan berupa uang tunai disalurkan melalui rekening resmi Bank Kaltimtara atas nama Kaltim Peduli Bencana dengan nomor rekening 0011420044.
Penggalangan dana berlangsung mulai 9 hingga 30 Desember 2025 atau menyesuaikan dengan status tanggap darurat di daerah bencana.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Jumat 12 Desember 2025 Jumlah korban tewas akibat bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 990 orang.
Selain itu, 222 orang masih dinyatakan hilang, sementara korban luka bertambah menjadi 5.400 orang.
BNPB mencatat, bencana berdampak pada 52 kabupaten/kota di wilayah utara Sumatera.
Kerusakan meliputi 1.200 fasilitas umum, 219 fasilitas kesehatan, 581 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, 290 gedung perkantoran, serta 498 jembatan.
Rincian korban meninggal dunia berdasarkan provinsi adalah Aceh sebanyak 407 orang, Sumatera Utara 343 orang, dan Sumatera Barat 240 orang.
Saat ini sekitar 800 ribu warga masih mengungsi, dengan jumlah pengungsi terbanyak berada di Aceh Timur yang mencapai 238 ribu orang.

