SAMARINDA: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan layanan vaksinasi bagi calon jemaah haji tahun 2026 akan dilaksanakan di seluruh puskesmas kabupaten dan kota.
“Vaksin untuk calon haji itu terutama meningitis. Pelaksanaannya dilakukan oleh puskesmas masing-masing. Jadi semua puskesmas di wilayah calon haji kabupaten dan kota kita siapkan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu, 4 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi telah dikoordinasikan dengan Kementerian Haji dan Umrah yang kini memiliki kantor wilayah di Kalimantan Timur.
Pelayanan akan menyesuaikan jumlah calon jemaah dan ketersediaan stok vaksin.
“Mudah-mudahan tidak ada masalah. Tinggal menyesuaikan jumlah calon jemaah dan stok vaksin yang tersedia,” katanya.
Di Kota Samarinda, layanan vaksinasi disiapkan di 26 puskesmas.
Jumlah yang sama juga tersedia di Balikpapan, sementara daerah lain menyesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang dimiliki.
“Semua kita siapkan. Bahkan bisa diarahkan ke puskesmas yang paling dekat dengan alamat calon jemaah,” jelas Jaya.
Selain fasilitas, Dinkes Kaltim juga menyiapkan sumber daya manusia.
Pelatihan Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) akan digelar Kamis-Jumat pekan ini di Asrama Haji Embarkasi Manggar, Balikpapan.
Tahun ini, Kaltim menyiapkan 21 orang TKHI, 11 Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD), serta 21 Tim Petugas Haji Indonesia (TPHI).
“Kesehatan ini menjadi kebutuhan penting di sana. Makanya salah satu syarat mutlak calon haji adalah istithoah, yaitu mampu secara kesehatan,” tegasnya.
Ia menambahkan, calon jemaah yang tidak memenuhi syarat kesehatan, seperti menderita penyakit berat, tidak diperkenankan melunasi Ongkos Naik Haji (ONH).

