SAMARINDA: Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) menyalurkan 6.170 dosis vaksin demam berdarah dengue (DBD) jenis Qdenga ke sejumlah kabupaten/kota sebagai langkah memperkuat pencegahan dan pengendalian dengue di Bumi Etam.
Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, penyaluran vaksin ini merupakan bagian dari program hibah melalui PT Bio Farma.
“Distribusi vaksin Qdenga ini adalah upaya nyata pemerintah dalam memberikan perlindungan spesifik kepada masyarakat terhadap ancaman DBD,” ujarnya di Samarinda, Jumat, 30 Januari 2026.
Berdasarkan data distribusi, Kabupaten Kutai Timur menerima alokasi terbesar, yakni 4.470 dosis yang disalurkan ke 21 puskesmas.
Selanjutnya Kabupaten Paser menerima 1.200 dosis, Kabupaten Kutai Barat 200 dosis, Kota Samarinda 100 dosis, serta Dinkes Provinsi Kaltim 200 dosis sebagai stok alokasi khusus.
Jaya menjelaskan, vaksin Qdenga produksi Takeda ini diperuntukkan bagi kelompok usia 5 hingga 60 tahun, sesuai izin edar dan ketentuan medis yang berlaku.
“Vaksinasi diharapkan memperkuat upaya promotif dan preventif, terutama di wilayah dengan risiko penularan tinggi,”ungkapnya.
Jaya juga memaparkan, pihak Dinas Kesehatan Kutai Timur mulai melaksanakan vaksinasi massal dengan fokus pada penguatan layanan pencegahan di zona merah.
Sementara itu, Kabupaten Paser juga bergerak cepat dengan menyasar kelompok usia sekolah; salah satu kegiatan vaksinasi dilaksanakan di SDN 028 Penajam Paser Utara sebagai bagian dari koordinasi lintas wilayah.
Dinkes Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus mendorong sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota guna memperluas cakupan vaksinasi.
Dengan vaksin Qdenga, pemerintah menargetkan penurunan angka kesakitan akibat DBD sekaligus peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kaltim secara berkelanjutan.

