SAMARINDA: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Jaya Mualimin, memastikan hingga awal Januari 2026 tidak ditemukan kasus infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu di Kaltim.
Hal tersebut dikonfirmasi Jaya menyusul laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terkait temuan kasus 62 warga negara indonesia yang terinfeksi super flu di sejumlah provinsi di Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan (Kalsel).
“Sampai dengan hari ini tidak ada laporan kasus super flu di Kaltim. Namun, kami tetap melakukan sistem kewaspadaan dini dan respons di seluruh fasilitas kesehatan,” ujar Jaya, Senin, 5 Januari 2026.
Ia menjelaskan, Dinas Kesehatan Kaltim terus memantau perkembangan kasus melalui fasilitas pelayanan kesehatan, sekaligus memperkuat koordinasi dengan Balai Karantina Kesehatan di wilayah Balikpapan dan Samarinda, terutama dalam pengawasan pelaku perjalanan luar negeri.
“Kami juga waspada terhadap pelaku perjalanan dari luar negeri, khususnya dari negara-negara dengan kasus tinggi seperti Amerika Serikat. Tapi sejauh ini belum ada laporan kasus masuk,” jelasnya.
Jaya menegaskan, meski disebut super flu, virus yang beredar sebenarnya merupakan influenza A (H3N2) dengan subklasifikasi baru.
Dari sisi klinis, gejalanya cenderung ringan dan tidak jauh berbeda dengan influenza pada umumnya.
“Ini sebenarnya hanya istilah saja. Virusnya tetap H3N2, hanya subklas K. Ada mutasi, tetapi sifatnya ringan, tidak menyebabkan gejala berat,” katanya.
Menurutnya, perbedaan utama dengan flu biasa terletak pada durasi penyembuhan yang relatif lebih panjang.
“Kalau flu biasa umumnya 7 sampai 10 hari, yang ini bisa 10 sampai 14 hari. Tapi tetap bisa ditangani dengan baik,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kaltim mendorong upaya pencegahan melalui vaksinasi influenza, terutama bagi masyarakat yang akan bepergian ke luar negeri.
“Vaksin influenza biasa bisa digunakan. Karena virusnya masih dalam kelompok influenza A dan B, sehingga vaksin yang tersedia tetap relevan,” tegas Jaya.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala flu berkepanjangan, khususnya pada anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan.

