SAMARINDA: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Samarinda menyatakan sistem proteksi kebakaran gedung baru Pasar Pagi lolos uji teknis usai dilakukan tinjauan lapangan.
Tinjauan itu dipimpin langsung oleh Kepala Disdamkarmat Samarinda, Hendra AH, pada Jumat, 19 Desember 2025, guna memastikan seluruh sistem pengamanan kebakaran berfungsi optimal demi keselamatan pedagang dan pengunjung.

Dalam pengecekan tersebut, Disdamkarmat meninjau berbagai perangkat mekanikal, mulai dari pompa kebakaran, hydrant, sprinkler, hingga sensor deteksi api seperti smoke detector dan heat detector.
“Proteksi kebakarannya sudah cukup bagus. Pompa, hydrant, hingga sprinkler berfungsi dengan baik. Smoke detector dan heat detector juga dalam kondisi bagus,” ujar Hendra.
Ia memastikan kekuatan dan tekanan air telah memenuhi standar teknis, termasuk hingga ke lantai paling atas gedung.
Tekanan pompa kebakaran tercatat mencapai 6 bar, yang dinilai cukup untuk penanganan awal jika terjadi kebakaran.
“Kekuatan pompa mencapai 6 bar sampai ke rooftop. Itu sudah cukup untuk memadamkan api bila terjadi kebakaran,” jelasnya.
Gedung Pasar Pagi juga dilengkapi dengan sistem sprinkler otomatis yang akan menyemburkan air saat mendeteksi suhu panas tertentu.
Jarak antar titik sprinkler telah disesuaikan dengan tingkat risiko area, yakni berkisar 4 hingga 6 meter per titik.
“Sistemnya otomatis. Begitu ada panas berlebih, sprinkler langsung aktif. Pasokan airnya berasal dari PDAM yang ditampung khusus untuk kebutuhan darurat,” tambah Hendra.
Meski sistem utama dinyatakan lolos uji teknis, Disdamkarmat masih memberikan sejumlah catatan penting yang wajib segera dipenuhi sebelum pasar diresmikan dan dibuka untuk umum.
Catatan tersebut meliputi belum tersedianya lampu darurat (emergency light), rambu atau petunjuk arah evakuasi, serta belum tersusunnya Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG).
“Ada beberapa yang masih harus dilengkapi, seperti lampu darurat, petunjuk arah evakuasi, dan manajemen keselamatan kebakaran gedungnya. Ini penting dan harus segera disiapkan,” tegasnya.
Hendra menegaskan, kelengkapan tersebut bersifat krusial karena Pasar Pagi merupakan fasilitas publik dengan potensi kepadatan tinggi.
Sistem proteksi kebakaran yang baik harus dibarengi dengan kesiapan manajemen dan sarana pendukung keselamatan.

