SAMARINDA: Satuan pendidikan di Kota Samarinda akan memulai rangkaian pembelajaran Ramadan 1447 Hijriah dengan libur awal puasa selama enam hari, mulai 16-21 Februari 2026.
Setelah itu, seluruh sekolah negeri dan swasta diwajibkan menggelar kegiatan Pesantren Ramadan pada 23–27 Februari 2026.
Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda tertanggal 4 Februari 2026 serta Panduan Teknis Pembelajaran Ramadan yang ditetapkan pada 5 Februari 2026.
Kepala Disdikbud Kota Samarinda, Asli Nuryadin mengatakan kebijakan ini bukan sekadar pengaturan jadwal, tetapi juga bagian dari penguatan pendidikan karakter selama bulan suci.
“Ramadan adalah momentum pembentukan karakter. Melalui panduan ini, kami ingin memastikan pembelajaran tetap efektif, sekaligus menanamkan nilai-nilai religius, kedisiplinan, dan akhlak mulia kepada peserta didik,” ujar Asli Nuryadin saat dihubungi, Kamis, 19 Februari 2026.
Dalam surat edaran tersebut dijelaskan, setelah libur awal puasa, sekolah melaksanakan Pesantren Ramadan selama lima hari efektif. Kegiatan disesuaikan dengan jenjang pendidikan.
Untuk PAUD/TK dan SD kelas 1–3, materi difokuskan pada hafalan surat pendek, doa-doa harian, praktik wudhu dan shalat, serta permainan edukatif bernuansa keagamaan.
Sementara bagi SD kelas 4–6 dan SMP/MTs, kegiatan meliputi tadarus Al-Qur’an, materi tentang keindahan Ramadan, thaharah, pentingnya shalat berjemaah, akhlak Rasulullah SAW, hingga praktik ibadah. Kegiatan ditutup dengan khataman Al-Qur’an dan penutupan pesantren Ramadan.
Usai Pesantren Ramadan, kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali berlangsung pada 2–14 Maret 2026 dengan penyesuaian jam sekolah. Siswa masuk pukul 08.30 Wita.
Untuk SD kelas 1–3, jam pulang pukul 11.00 Wita. SD kelas 4–6 dan SMP pulang pukul 13.00 Wita.
Libur akhir puasa ditetapkan pada 16–18 Maret 2026. Tanggal 19 Maret libur Hari Raya Nyepi, dilanjutkan Hari Raya Idul Fitri 1447 H pada 20 Maret 2026 serta cuti bersama pada 20, 23 dan 24 Maret. Siswa kembali bersekolah pada 25 Maret 2026.
Tema pembelajaran Ramadan tahun ini adalah “Semangat Ramadan: Belajar, Beribadah serta Senantiasa Ceria, Sehat dan Bahagia”.
“Kami berharap sekolah tidak hanya menjalankan kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menghadirkan suasana Ramadan yang mendidik dan membentuk karakter siswa secara menyeluruh,” tegas Asli.
Sekolah juga diimbau mendorong siswa memakmurkan tempat ibadah, membantu orang tua di rumah, serta memperbanyak kegiatan positif selama Ramadan.
Disdikbud menargetkan kegiatan Ramadan tahun ini mampu memperkuat kecerdasan spiritual, intelektual, dan emosional peserta didik sebagai bagian dari pembentukan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

