
KUTIM: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Timur (Kutim) mulai memperhalus wajah pelayanan publiknya dengan menghadirkan fasilitas yang memberi ruang aman bagi anak dan ramah bagi penyandang disabilitas.
Upaya ini menjadi bagian dari pembenahan layanan administrasi kependudukan yang selama ini kerap dianggap melelahkan bagi keluarga yang datang mengurus dokumen.
Di kantor pelayanan yang berada di Kecamatan Sangatta Utara itu, pengunjung kini disambut dengan beberapa fasilitas yang disiapkan untuk mengurangi beban orang tua ketika membawa bayi atau balita.
Ruang laktasi, pojok bermain, serta kursi tunggu yang disesuaikan bagi keluarga ditempatkan di area yang mudah dijangkau.
Pada sisi lain, fasilitas toilet dan akses masuk yang disesuaikan untuk difabel turut memastikan warga berkebutuhan khusus dapat bergerak tanpa hambatan.
Kepala Disdukcapil Kutai Timur, Jumeah, mengatakan bahwa perubahan ini merupakan jawaban atas kebutuhan warga yang selama ini kerap membawa anak ketika mengurus administrasi.
Menurut dia, kehadiran fasilitas pendukung semacam ruang bermain dan ruang menyusui dapat membuat atmosfer pelayanan jauh lebih kondusif.
“Kami ingin para ibu merasa tenang ketika datang mengurus dokumen, karena anak-anak mereka punya ruang sendiri untuk tetap nyaman,” tutur Jumeah saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, pendekatan yang memperhatikan detail kecil justru berdampak besar pada proses pelayanan.
Orang tua menjadi lebih rileks, antrean lebih tertib, dan petugas dapat bekerja tanpa tekanan tambahan dari suasana ruang tunggu yang tidak ramah anak.
“Kalau orang tua tidak khawatir, prosesnya juga lebih cepat. Itu yang kami ingin capai,” ujarnya.
Selain fasilitas ramah keluarga, Disdukcapil juga mempertegas komitmen inklusivitas melalui penyediaan sarana untuk warga difabel.
Kursi tunggu yang mudah dijangkau, akses kursi roda, dan toilet khusus disiapkan sebagai bentuk pelayanan setara bagi seluruh warga tanpa kecuali.
“Pelayanan publik tidak boleh memisahkan siapa pun. Setiap warga harus merasa diterima ketika datang mengurus hak-haknya,” kata Jumeah menegaskan.
Penataan ruang pelayanan kini dikombinasikan dengan sistem antrean dan layanan cepat sehingga waktu tunggu dapat ditekan.
Beberapa pengunjung mengaku lebih leluasa menunggu karena anak dapat bermain tanpa mengganggu proses pelayanan.
Ruang dalam dan ruang luar dibuat terpisah untuk menjaga kenyamanan, sementara air minum serta kotak saran disediakan agar masyarakat dapat langsung memberikan masukan tentang kualitas pelayanan.
Sejumlah warga yang ditemui mengapresiasi pembenahan ini.
Mereka menyebut suasana pelayanan menjadi lebih bersahabat dibanding sebelumnya, terutama bagi pengunjung yang membawa anak kecil atau memiliki keterbatasan fisik.
Dengan pembenahan ruang dan fasilitas yang lebih humanis, Disdukcapil Kutai Timur berharap layanan administrasi kependudukan tidak lagi sekadar urusan teknis, tetapi juga pengalaman yang nyaman bagi keluarga muda dan penyandang disabilitas.
Langkah kecil ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki mutu pelayanan publik di daerah dan memastikan bahwa setiap warga dapat mengurus dokumennya tanpa beban tambahan. (Adv)

