SAMARINDA: Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus berupaya mengurai kepadatan parkir di kawasan perniagaan Citra Niaga.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memaksimalkan pemanfaatan lahan eks Plaza 21 sebagai kantong parkir resmi.
Meski masih terkendala kondisi infrastruktur bangunan, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan fungsi parkir di lahan Plaza 21 saat ini tetap berjalan untuk menampung kendaraan roda dua maupun roda empat.
Namun, ia mengakui kapasitas yang tersedia saat ini belum mampu menampung seluruh kendaraan pengunjung di kawasan tersebut.
“Kita maksimalkan sesuai dengan kondisi lahan yang ada. Tapi memang masyarakat masih ada yang parkir di bahu jalan karena kapasitas di dalam (Plaza 21) belum cukup untuk memenuhi kebutuhan parkir Citra Niaga dan sekitarnya,” ujarnya usai rapat tentang parkir berlangganan tahun 2026 di Balai Kota Samarinda, Jumat, 13 Maret 2026.
Manalu menyebut salah satu tantangan utama dalam pemanfaatan gedung tersebut adalah kondisi fisik bangunan yang kerap tergenang air saat pasang maupun hujan deras.
Akibatnya, pemanfaatan lahan hanya bisa dilakukan di lantai dasar.
“Kendala utamanya itu bangunannya sering masuk air atau banjir kalau air pasang atau hujan. Makanya cuma lantai pertama saja yang bisa kami manfaatkan,” tambahnya.
Sebagai solusi jangka pendek untuk menata parkir di kawasan tersebut, Dishub telah mengusulkan penerapan sistem satu arah serta pemasangan parking gate di area Jalan Niaga Utara, dengan alur keluar menuju Jalan Niaga Timur.
“Kami sudah coba usulkan ke Pak Wali Kota, tinggal menunggu persetujuan beliau untuk pemasangan parkir gate di Niaga Utara. Untuk renovasi gedung Plaza 21 sendiri sudah kami usulkan, namun tetap melihat kondisi keuangan daerah ke depan,” jelasnya.
Selain fokus pada lahan Plaza 21, Dishub juga tengah mematangkan proses lelang operator untuk pengelolaan gedung parkir di Pasar Pagi.
Saat ini Dishub masih melakukan perhitungan untuk menentukan nilai lelang operator yang akan mengelola fasilitas tersebut.
“Kalau untuk proses lelang operator gedung Pasar Pagi, saat ini masih dalam tahap perhitungan. Berapa nilai yang akan kita proses lelangkan nanti, itu yang sedang disiapkan,” pungkasnya.

