BONTANG: Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang diperkirakan tetap menerima bagian laba atau dividen dari Bankaltimtara pada tahun ini sebagai salah satu pemegang saham daerah.
Namun, nilai dividen tersebut diproyeksikan lebih rendah dibandingkan realisasi pada tahun sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat ditemui awak media usai menghadiri kegiatan di Grand Equator Hotel, Jumat, 6 Maret 2026.
Menurut Neni, pembahasan terkait pembagian dividen tersebut telah dilakukan dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham Bankaltimtara yang diikuti para kepala daerah sebagai pemegang saham bank pembangunan daerah tersebut.
Ia menjelaskan, meskipun terjadi penurunan, Pemerintah Kota Bontang tetap memperoleh bagian laba dari bank tersebut.
“Memang ada penurunan dibandingkan tahun lalu, tapi tetap ada dividen. Kurang lebih sekitar Rp3 miliar,” kata Neni.
Sebagai perbandingan, dalam laporan Bontang Dalam Angka 2025, Pemerintah Kota Bontang tercatat menerima dividen dari Bankaltimtara sebesar Rp4.137.180.321,93 pada tahun sebelumnya.
Neni juga menuturkan bahwa hingga saat ini pemerintah daerah belum berencana menambah penyertaan modal ke Bankaltimtara.
Kebijakan tersebut mempertimbangkan kondisi keuangan daerah yang tengah menghadapi tekanan fiskal.
“Belum ada rencana penambahan penyertaan modal, karena kita juga sedang mengalami tekanan fiskal,” jelasnya.
Meski demikian, dalam forum RUPS tersebut Pemkot Bontang tetap menyampaikan sejumlah harapan kepada manajemen Bankaltimtara, khususnya agar dukungan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah di daerah dapat terus diperkuat.
“Kita juga minta agar kredit untuk UMKM terus didorong, supaya masyarakat bisa mengembangkan usahanya,” tutupnya.

