SAMARINDA: Kalimantan Timur Festival Islami, Doa, dan Shalawat (KTIFEST) 2025 resmi ditutup pada Rabu malam, 31 Desember 2025, melalui rangkaian doa bersama dan shalat malam yang berlangsung khidmat hingga memasuki awal tahun 2026.
Acara penutupan yang digelar di kawasan Masjid Islamic Center Samarinda tersebut menjadi puncak rangkaian KTIFEST 2025 yang telah berlangsung selama empat hari, sejak 28-31 Desember 2025.
Ribuan jemaah tampak memadati area utama kegiatan untuk mengikuti doa akhir tahun, shalawat, serta refleksi spiritual bersama.
Rangkaian penutupan diawali dengan pelaksanaan Salat Magrib berjamaah, Salat Taubat, dan Salat Isya, dilanjutkan penampilan hadroh shalawat pembuka dari Ahbaabul Musthofa Kalimantan Timur.
Suasana semakin khusyuk saat lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh qori internasional Ustad Fadil dan K.H. Mahmud Syarkan Al-Banjari.
Momentum ini juga diisi dengan penggalangan dana dan penyerahan bantuan sosial senilai Rp750.000.000, yang diserahkan oleh Ketua Baznas Provinsi Kalimantan Timur kepada Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud.
Dalam sambutan penutupannya, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mengajak seluruh jemaah menjadikan momen akhir tahun sebagai sarana bermunajat dan memperkuat nilai-nilai spiritual demi kebaikan Kalimantan Timur.
“Semua kita yang hadir, hadirin, hadirat, jemaah yang baru saja melaksanakan Sholat Isya dan Sholat Taubat dalam rangkaian KTIFEST 2025 hari ini, mari bersama-sama kita memanjatkan doa untuk Kalimantan Timur,” ujar Rudy Mas’ud.
Ia menyampaikan sejumlah harapan dan doa, mulai dari keselamatan daerah, keharmonisan sosial, hingga keberkahan bagi seluruh masyarakat.
“Yang pertama, agar Kalimantan Timur senantiasa diberkahi keselamatan, dijauhkan dari bencana dan musibah. Yang kedua, agar masyarakat Kaltim hidup damai, saling menghormati dan menyayangi. Yang ketiga, agar setiap perjuangan kita membawa kemanfaatan dan keberkahan bagi rakyat,” tuturnya.
Rudy juga mendoakan agar masyarakat Kaltim diberikan umur panjang, kesehatan, ketenangan, keamanan, serta kelapangan rezeki.
Tak lupa, ia menekankan pentingnya pembinaan iman dan akhlak bagi generasi muda sebagai fondasi menuju Kalimantan Timur generasi emas.
“Hari ini kita jadikan momentum akhir tahun sebagai titik awal melangkah ke 2026 dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan semangat fastabikul khairat, berlomba-lomba dalam kebajikan,” tegasnya.
Rudy Mas’ud berharap Kalimantan Timur senantiasa berada dalam kemakmuran dan keberanian, serta setiap langkah pembangunan diberkahi Allah SWT.
Ia menutup sambutan dengan doa agar Kalimantan Timur menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
Usai sambutan penutupan, suasana religius semakin terasa melalui penampilan Opick dengan tembang-tembang religi, dilanjutkan hadroh Az-Zahir dan shalawat bersama Habib Zainal Abidin.
Tepat memasuki pergantian tahun, seluruh jemaah mengikuti doa bersama, kemudian melaksanakan Sholat Malam delapan rakaat dan Witir tiga rakaat secara berjamaah.
Dengan berakhirnya rangkaian ibadah tersebut, KTIFEST 2025 resmi ditutup.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan kepedulian sosial yang terbangun selama KTIFEST dapat terus dijaga oleh seluruh masyarakat, khususnya dalam menyambut tahun 2026 dengan semangat kebaikan dan persaudaraan.

