SAMARINDA: Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan program stabilisasi harga kebutuhan pokok terus berjalan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM), pasar murah dan operasi pasar kembali menjadi agenda utama Idulfitri, Natal, dan Tahun Baru.
Kepala DPPK-UKM Kaltim, Heni Purwaningsih, menyampaikan bahwa pasar murah sudah menjadi agenda rutin setiap HBKN.
Upaya tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan perusahaan daerah (Perusda) Melati Bhakti Satya (MBS) untuk menjamin stabilitas harga dan ketersediaan stok barang kebutuhan pokok di masyarakat.
“Jadi salah satu agenda setiap kita HBKN seperti Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru adalah pasar murah atau operasi pasar. Kita biasanya kerja sama dengan Perusda MBS Kalimantan Timur Melati Batik Satya,” ujar Heni.
Menurut Heni, Perusda MBS mendapat penugasan langsung dari Gubernur Kaltim terkait upaya stabilisasi harga.
Melalui jaringan pelayaran logistiknya, MBS mampu menjangkau daerah-daerah dengan akses transportasi terbatas.
Untuk wilayah perkotaan seperti Samarinda dan Balikpapan, pola pasar murah dinilai sudah berjalan massif melalui program pemerintah daerah.
Karena itu, DPPK-UKM berupaya memperluas jangkauan bantuan ke daerah-daerah remote yang kerap menghadapi kendala distribusi logistik bahan pokok.
“Kita Provinsi Kalimantan Timur juga harus memberikan perhatian kepada daerah-daerah yang remote,” tegasnya.
Heni menyebut sejumlah wilayah menjadi fokus pelaksanaan pasar murah menjelang HBKN, antara lain Kutai Barat, Mahakam Ulu, Penajam Paser Utara, Paser, dan Kutai Timur.
Daerah-daerah tersebut dinilai memerlukan intervensi pemerintah agar harga tetap stabil dan ketersediaan barang terjaga.
“Itu yang menjadi fokus kami biasanya untuk stabilisasi kebutuhan pokok menjelang hari besar agama,” ujarnya.
Selain menggelar pasar murah, DPPKUKM juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memantau pergerakan harga dan pasokan barang pokok yang berpotensi mengalami kenaikan menjelang HBKN.
Dengan langkah ini, Pemprov Kaltim berharap masyarakat dapat merayakan hari besar keagamaan dengan tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga kebutuhan pokok.
Program pasar murah juga diharapkan mampu meringankan beban masyarakat, terutama di daerah dengan akses logistik terbatas.

