SAMARINDA: Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki tujuan positif untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda.
Namun, ia mengingatkan pentingnya pengawasan ketat agar pelaksanaan program di lapangan benar-benar sesuai dengan sasaran.
Ananda menyampaikan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) secara prinsip mendukung program tersebut karena dinilai berkontribusi terhadap perbaikan gizi anak-anak Indonesia.
“Instruksinya jelas, tujuan MBG ini bagus untuk memperbaiki gizi generasi penerus bangsa kita,” ujarnya, Sabtu, 28 Maret 2026.
Meski demikian, ia menekankan bahwa fokus utama harus berada pada implementasi di lapangan, mengingat adanya berbagai laporan masyarakat terkait potensi kendala dalam pelaksanaan.
“Yang perlu kita lihat dan awasi adalah implementasinya di lapangan, sesuai atau tidak. Karena banyak laporan dari masyarakat,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya memastikan program ini benar-benar berdampak pada penanganan stunting, khususnya pada periode krusial 1.000 hari pertama kehidupan.
“Kalau untuk penanganan stunting, harus dilihat benar-benar. Gizinya harus tepat, karena stunting itu dipantau sejak 1.000 hari pertama,” jelasnya.
Selain itu, Ananda menegaskan bahwa distribusi makanan bergizi bagi pelajar dari tingkat SD hingga SMA harus memenuhi standar kualitas dan bebas dari penyimpangan.
“Anak-anak SD, SMP, SMA harus benar-benar mendapatkan makanan bergizi. Jangan sampai ada penyelewengan,” tegasnya.
Diketahui, total anggaran program MBG pada 2026 mencapai Rp335 triliun, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp255,5 triliun dialokasikan untuk pemenuhan gizi nasional atau penyediaan makanan bergizi.
Ananda mengingatkan, besarnya anggaran tersebut harus diimbangi dengan transparansi dan akuntabilitas yang kuat.
“Anggarannya sudah sangat besar, jadi harus betul-betul diawasi agar tepat sasaran,” pungkasnya.

