SAMARINDA: Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menekankan pentingnya aspek keamanan dalam rencana pembangunan bangunan sementara Pasar Segiri pascakebakaran, terutama jika menggunakan kombinasi material beton dan kayu ulin.
Deni menyampaikan, penentuan jenis bangunan harus disesuaikan dengan fungsi dan jangka waktu penggunaannya, apakah untuk kebutuhan jangka pendek, menengah, atau panjang.
“Kalau kita bicara bangunan, pastinya harus dilihat dulu fungsinya. Ini untuk jangka pendek, menengah, atau panjang. Kalau hanya sementara, faktor keamanan harus benar-benar diperhatikan,” ujarnya diwawancarai awak media, Rabu, 1 April 2026.
Ia mengingatkan, kawasan pasar yang padat aktivitas dan hunian memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran, sehingga sistem proteksi harus menjadi perhatian utama dalam setiap perencanaan pembangunan.
Menurutnya, jika fasilitas proteksi kebakaran belum dapat dipenuhi secara maksimal, setidaknya akses jalur evakuasi dan mobil pemadam harus dipastikan terbuka dan memadai.
“Kalau belum bisa menyediakan bangunan dengan sistem proteksi kebakaran lengkap, minimal jalur akses harus dibuka saat terjadi kejadian,” tegasnya.
Deni juga menyoroti potensi risiko dari instalasi listrik yang tidak standar di lingkungan pasar.
Ia menyebut, penggunaan listrik ilegal atau tidak sesuai standar nasional (SNI) kerap menjadi pemicu kebakaran.
“Sering terjadi, kios atau los itu juga dipakai untuk tinggal. Kadang menggunakan listrik yang tidak sesuai standar, bahkan colongan. Ini bisa menyebabkan korsleting,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia meminta agar setiap rencana pembangunan, termasuk bangunan semi permanen, dirancang dengan mempertimbangkan standar keamanan yang jelas, baik dari sisi konstruksi maupun instalasi pendukung.
Meski demikian, politisi Partai Gerakan Indonesia Raya itu menegaskan DPRD tetap mendukung upaya pemerintah dalam menyediakan tempat sementara bagi para pedagang yang terdampak kebakaran, agar aktivitas ekonomi dapat segera pulih.
“Kita berempati dengan pedagang yang terdampak. Mereka harus segera diberikan ruang untuk kembali berjualan,” katanya.
Namun, ia menekankan bahwa dukungan tersebut harus dibarengi dengan perencanaan yang matang dan pengawasan yang ketat, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Seperti apa bentuk bangunannya nanti, itu yang akan kita cek bersama. Yang penting aman dan sesuai kebutuhan,” pungkasnya.

