SAMARINDA: Rampungnya renovasi Masjid Raya Darussalam, mengalihkan fokus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda pada manajemen pemeliharaan fasilitas pasca diresmikan oleh Wali Kota Samarinda, Jumat, 13 Februari 2026.
Wakil Ketua III DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, memandang penyelesaian perbaikan infrastruktur ini sebagai pencapaian teknis yang krusial untuk mengembalikan daya tampung jemaah.
Ia menyebut seluruh elemen yang terlibat dalam pengerjaan fisik masjid telah didorong menyelesaikan detail bangunan secara presisi guna menghindari kerusakan dini pasca serah terima.
“Semoga Masjid Raya Darussalam yang sudah direnovasi ini bisa bermanfaat buat warga sekitar dan juga orang banyak, serta memberikan amal baik buat yang sudah mengerjakan,” ujarnya, Jumat, 13 Februari 2026.
Ketepatan waktu pengerjaan juga menjadi sorotan agar fungsi sosial dan ekonomi di sekitar masjid dapat kembali normal.
Ia menilai dedikasi para pekerja di lapangan dalam mengejar target operasional patut diapresiasi, mengingat kompleksitas renovasi yang menyasar sejumlah bagian vital bangunan.
“Terima kasih bagi mereka yang sudah berlelah-lelah untuk melakukan renovasi sehingga bisa diselesaikan dengan tepat waktu. Mudah-mudahan bisa menjadi ladang ibadah buat kita semua,” tambahnya.
Namun, di balik keberhasilan fisik tersebut, Celni menilai terdapat tantangan besar dalam aspek keberlanjutan gedung.
Besarnya dana yang dialokasikan dari anggaran daerah maupun swadaya masyarakat menuntut adanya sistem audit dan perawatan berkala yang ketat oleh pihak yayasan agar masjid tetap representatif tanpa memerlukan renovasi besar dalam waktu dekat.
“Iya, Masjid Raya Darussalam ini sudah kita perbaiki yang menelan anggaran yang cukup luar biasa,” jelasnya.
Ia menegaskan, tanpa manajemen perawatan yang baik, renovasi semahal apa pun akan menjadi sia-sia jika fasilitas pendukung seperti instalasi air, kelistrikan, dan kebersihan struktur utama tidak diawasi secara rutin.
“Semoga bisa dirawat dengan baik dan juga bisa bermanfaat buat semuanya, karena menjaga jauh lebih sulit daripada membangun,” tegasnya.
Kini, Masjid Raya Darussalam diharapkan mampu menjalankan fungsinya secara mandiri dan berkelanjutan.
Dengan standar fasilitas yang telah ditingkatkan, masjid ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas warga yang aman dan nyaman, sekaligus mendukung kegiatan sosial yang berdampak pada ekonomi serta menjadi contoh pengelolaan aset publik yang efektif.

