

SAMARINDA: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), resmi meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 190 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 26 provinsi pada Senin, 6 Januari 2025.
Menindak lanjuti program Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto, Kota Samarinda turut serta menelaah komposisi makanan yang bernominalkan Rp10 ribu.
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto mengatakan bahwa angka Rp10 ribu dilihatnya kurang kalau di Kalimantan Timur (Kaltim) terutama Kota Tepian.
“Rp10 ribu untuk di Jawa mungkin saja bisa, akan tetapi untuk Kaltim agak berat,” terangnya pada Kamis, 16 Januari 2025.
Dikarenakan angka tersebut jika diuraikan banyak komposisi lainnya, dari segi bahan, ongkos, serta keuntungan setiap porsinya.
Ini diangka Rp10-15 ribu agak berat di Kaltim, tapi dengan kuantitas dan bisa diformatkan untuk mendukung program presiden.
“Saya menganggap untuk Samarinda sendiri angkanya harus dihitung dulu kalau, mungkin angka 17 ribu sudah sangat sesuai,” ucapnya.
Akan tetapi, bicara angka sebenarnya tidak menjadi masalah, yang menjadi prioritas ialah persoalan bergizinya.
“Artinya kita harus memperhatikan kondimennya serta komposisinya untuk kita targetkan bergizinya bisa tepat sasaran,” pungkasnya.(*)

