Jombang – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang Budi Nugroho mengatakan akan terus melakukan pelayanan vaksinasi kepada anak, meski dalam sepekan terakhir muncul kasus banyaknya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) hingga ada dua anak meninggal setelah menjalani vaksinasi.
“Vaksinasi jalan terus, karena hasil pemeriksaan bukan karena vaksinasi,” kata Budi.
Mengantisipasi agar kasus sebelumnya tidak terulang, pihaknya akan lebih responsif saat muncul keluhan usai penyuntikan dosis vaksin.
“Secara internal kami juga lebih siap siaga. Kami akan meningkatkan edukasi ke masyarakat dan akan lebih cepat merespon ketika ada keluhan,” ujar Budi.
Sementara itu, Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) Jombang menggelar pertemuan untuk mengevaluasi peristiwa tersebut.
Pertemuan tersebut melibatkan tim vaksinasi dari Puskesmas Mojowarno, Komda KIPI Jombang, serta Komnas KIPI.
Ketua Komda KIPI Jombang Soewarsi Retnowati mengatakan bahwa pihaknya telah mengaudit pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan petugas Puskesmas Mojowarno.
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penyebab kematian dua siswa SD tersebut bukan vaksinasi.
Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi mulai dari proses screening sebelum vaksinasi hingga tahap penyuntikan dosis vaksin sudah dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan.
Untuk diketahui, Bayu menjalani vaksinasi pada Senin (27/12/2021) pagi. Pada tengah malam, anak itu demam dan muntah lalu meninggal, Selasa (28/12/2021) sekitar pukul 04.00 WIB.
“Kalau yang (Bayu) Setiawan, karena dia dibawa orang tuanya sudah dalam kondisi meninggal, sehingga kita tidak bisa mengevaluasi ini karena apa,” kata Soewarsi.
Selanjutnya untuk penyebab kematian Naura, siswi kelas 4 SD Catakgayam 1, hasil audit Komda KIPI juga menyatakan tidak disebabkan oleh vaksin.
Naura meninggal pada Jumat setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Jombang.
Anak itu menjalani vaksinasi serentak di sekolah yang ditangani petugas vaksinasi dari Puskesmas Mojowarno, Selasa (22/12/2021).
Sekitar dua hari usai vaksin, Naura sakit hingga dirujuk ke RSUD Jombang.
“Dari hasil diskusi, disimpulkan bahwa tidak ada hubungan dengan vaksinasi, karena beberapa gejala hasil lab kita ketahui adanya infeksi. Kita duga adanya pendarahan di pencernaan,” ujar Soewarsi.
Selain dua anak yang meninggal itu, terdapat dua anak lain di Kecamatan Mojowarno jatuh sakit hingga harus dirawat di rumah sakit.
Seorang anak tersebut menjalani vaksinasi di Puskesmas Mojowarno, sedangkan satu anak lainnya di Puskesmas Japanan.
Soewarsi menjelaskan, kondisi keduanya sudah membaik dan stabil dan segera diizinkan pulang dari rumah sakit.
Sebelumnya, dua siswa SD di Jombang meninggal beberapa hari setelah disuntik vaksin Covid-19.
Mereka adalah Muhammad Bayu Setiawan (12) murid SN Gedangan Mojowarno dan Naura Sabrina Galiyah (9) murid SN Catagayam 1 Mojowarno.
Bayu merupakan anak kedua dari pasangan Kaswan-Miyatin. Keluarga ini tinggal di Dusun Bendungrejo, Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto. Siswa kelas 6 SDN Gedangan itu meninggal pada Selasa (28/12/2021) dini hari. Sehari sebelumnya, Bayu menjalani vaksinasi di Puskesmas Mojowarno.
Sementara Naura, merupakan putri pasangan Joko- Marwatun, asal Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno menjalani vaksinasi di sekolahnya pada Selasa (22/12/2021). Sekitar dua hari setelah divaksin, Naura sakit. Naura sempat dirawat di RSU Jombang sebelum meninggal pada Jumat (31/12/2021).

