KUKAR: Suasana duka menyelimuti Sungai Mariam, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Kamis malam, 11 Desember 2025.
Tiga anak yang menjadi korban kebakaran siang tadi langsung dimakamkan malam harinya setelah sempat dibawa ke Puskesmas Sungai Mariam untuk pemeriksaan.

Pantauan Narasi.co di lokasi pada pukul 20.00 WITA, rumah duka di RT 24 tampak dipadati warga yang datang untuk menyampaikan belasungkawa.
Deretan kursi plastik memenuhi halaman rumah, sementara kerabat dan tetangga berdatangan silih berganti.Suasana hening dan pilu menyelimuti area tersebut.
Sekitar pukul 21.45 WITA, prosesi pengiringan jenazah menuju tempat pemakaman dilaksanakan.
Iring-iringan warga berjalan kaki bersamaan dengan lantunan kalimat ilahi membersamai menuju Pemakaman Muslim Desa Sungai Mariam Purun, yang berjarak tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Ketiga korban dimakamkan dalam satu peti dan liang lahat, dengan petugas menggali tanah di bawah penerangan lampu sorot darurat.
Puput (50), tetangga dekat korban, mengaku sangat terpukul setelah mengetahui tiga anak yang kerap terlihat di sekitar rumahnya menjadi korban dalam kebakaran tersebut.
“Iya, taunya itu mamanya jalan. Memang sering ditinggal,” tuturnya lirih saat ditemui wartawan.
Puput mengatakan ibu korban dikenal sebagai ibu rumah tangga, sementara suaminya sedang bekerja di laut dan baru berangkat beberapa hari lalu.
“Dia sering ke rumah juga, sering belanja. Saya tanya, ‘Mana anakmu?’ Dia bilang, ‘Ada ayah di rumah.’ Tapi tadi itu rumahnya terkunci karena tidak ada siapa-siapa,” jelasnya dengan nada bergetar.
Di pemakaman, sejumlah warga tampak membantu menggali dan menyiapkan liang lahat.
Lumpur bercampur air hujan membuat proses penggalian lebih berat, namun warga tetap bekerja bahu membahu.
Beberapa warga berdiri melingkar menunggu proses pemakaman dimulai.Doa-doa dipanjatkan sebelum jenazah ketiga anak dimakamkan bersama.
Sebagai informasi, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.10 WITA di Jalan Poros Samarinda, Anggana, Gang H. Yakub, RT 21, Desa Sungai Mariam.
Menurut keterangan saksi, asap tebal terlihat keluar dari rumah sewaan enam pintu yang dihuni oleh seorang ibu dan tiga anaknya yang saat kejadian sedang ditinggal keluar dalam kondisi rumah terkunci.
Material bangunan yang didominasi kayu membuat api cepat membesar dan merembet ke bangunan lain.
Data BPBD dan Damkar mencatat 16 bangunan hangus, terdiri dari 13 pintu rumah sewaan dan tiga bangunan pribadi.
Tiga korban jiwa, seluruhnya anak-anak berusia 1-6 tahun yang merupakan kakak beradik.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan, namun indikasi awal mengarah pada dugaan korsleting listrik dari salah satu rumah kontrakan tersebut.

