BOGOR: Dukungan publik terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih terus menguat. Survei terbaru Lembaga Survei KedaiKOPI mencatat, sebanyak 82,7 persen responden menyatakan setuju dengan implementasi program tersebut, menandakan tingginya harapan masyarakat terhadap koperasi sebagai penggerak ekonomi lokal.
Hasil survei itu mendapat apresiasi langsung dari Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono yang menilai dukungan publik menjadi modal sosial penting bagi keberhasilan program strategis pemerintah tersebut.
“Ini menjadi pertaruhan bagi kita semua bahwa Kopdes Merah Putih harus benar-benar beroperasi dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Ferry saat memimpin Rapat Kerja Kementerian Koperasi di Bogor, Senin 12 Januari 2026.
Rapat kerja tersebut dihadiri Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, jajaran pimpinan tinggi madya dan pratama Kemenkop, serta Founder KedaiKOPI Hendri Satrio.
Ferry menegaskan, hasil survei tersebut tidak boleh membuat jajaran Kemenkop berpuas diri. Menurutnya, tahun 2026 menjadi fase krusial karena pada Maret–April ditargetkan puluhan ribu Kopdes/Kel Merah Putih yang telah dibangun dapat mulai beroperasi secara aktif.
Selain memastikan kesiapan kelembagaan, Menkop juga mendorong optimalisasi sumber daya Kemenkop agar program Kopdes/Kel Merah Putih semakin dikenal luas, khususnya di kalangan generasi muda.
Ia menilai program ini memiliki potensi besar dalam menjawab keterbatasan lapangan kerja yang dihadapi generasi milenial dan Gen Z.
“Harapannya kita bisa menyasar segmen milenial dan Gen Z yang saat ini menjadi perhatian pemerintah, agar koperasi desa bisa ikut membantu memecahkan persoalan penyediaan lapangan kerja,” ujarnya.
Ferry menegaskan komitmennya untuk mengawal program Kopdes/Kel Merah Putih yang merupakan salah satu program strategis dan prioritas Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, penguatan sinergi, kolaborasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar program berjalan secara simultan dan berkelanjutan.
“Kita juga tidak boleh lupa menyiapkan SDM dan modul-modul peningkatan kapasitas bagi pengurus, pengawas, dan pengelola Koperasi Desa Merah Putih,” tambahnya.
Survei KedaiKOPI yang dilakukan pada 10–15 Desember 2025 secara daring terhadap 2.044 responden menunjukkan tingkat awareness masyarakat terhadap program Kopdes/Kel Merah Putih mencapai 76,1 persen.
Sementara itu, 82,7 persen responden menyatakan setuju dengan implementasi program tersebut. Bahkan, di wilayah yang sudah memiliki Kopdes aktif, tingkat kepuasan masyarakat tercatat mencapai 96,3 persen.
“Hasil survei ini menjadi energi positif bagi kita semua. Artinya, masyarakat menaruh harapan besar pada koperasi sebagai motor penggerak ekonomi lokal,” kata Ferry.
Sementara itu, Founder KedaiKOPI Hendri Satrio menilai hasil survei tersebut menunjukkan perubahan persepsi publik terhadap koperasi. Selama ini, koperasi kerap dipersepsikan sebatas lembaga simpan pinjam. Namun, melalui Kopdes/Kel Merah Putih, masyarakat mulai melihat koperasi sebagai instrumen pembangunan ekonomi yang lebih luas.
“Dukungan publik yang mencapai 82,7 persen untuk program yang relatif baru ini menunjukkan ekspektasi besar masyarakat agar koperasi bisa membawa perubahan nyata,” ujar Hendri.
Ia mengungkapkan, sebanyak 70 persen responden memahami tujuan utama koperasi adalah meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat, sementara 81,3 persen mengetahui bahwa koperasi dijalankan dengan asas kekeluargaan.
Menurut Hendri, keberhasilan Kopdes/Kel Merah Putih ke depan sangat bergantung pada kemampuannya memenuhi kebutuhan masyarakat, mendukung usaha warga, dan menyediakan barang dengan harga terjangkau. Selain itu, aspek transparansi dan profesionalisme dinilai menjadi faktor kunci dalam menjaga kepercayaan publik.
“Publik ingin koperasi bebas dari praktik korupsi dan dikelola secara profesional. Testimoni keberhasilan nyata dan komunikasi yang sederhana akan sangat membantu meningkatkan kepercayaan,” pungkasnya.

