
Bontang – Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Aji Erlynawati menjelaskan bahwa ketentuan pemberian insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) masih pembahasan penentuan standarisasi besaran jumlah insentif yang akan diberikan.
Pasalnya, insentif menunggak karena belum dianggarkan untuk tahun 2021 ini. Dana insentif nakes Bontang yang belum cair sejak Januari – Mei 2021 lalu.
Menyikapi hal itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam meminta Pemkot Bontang agar segera memberikan dana insentif nakes sesegera mungkin.
“Kita kan sudah meminta dari awal dan komitmen jelas dari pemerintah,” kata Andi Faiz sapaan akrabnya, saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Kamis (17/6/2021).
Lanjutnya, belum terealisasinya insentif nakes lantaran dianggarkan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan.
“Dari DPRD Bontang dorong segeralah merealisasikan insentif,” tandasnya.
Perlu diketahui, pencairan insentif dikatakan Aji berbeda dengan tahun sebelumnya. Karena, APBD Bontang tidak mampu menampung apabila disesuaikan dengan standarisasi tahun sebelumnya.
Akan tetapi, pihaknya tetap mengusahakan melunasi insentif nakes di APBD perubahan. Karena APBD murni 2021 tidak menyediakan insentif nakes.

