SAMARINDA: Forum Pemuda Sulawesi Selatan (FPSS) Kalimantan Timur (Kaltim) menjadikan diskusi umum sebagai ruang “laboratorium” gagasan untuk merumuskan arah dan pembenahan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) ke depan.
Kegiatan bertajuk “Reaktualisasi Paguyuban KKSS Berbasis Nilai-Nilai Luhur Masyarakat Sulawesi Selatan dalam Bingkai Organisasi Modern” itu berlangsung di Cafe Kopi Kuno, Samarinda, Sabtu malam, 11 April 2026.

Ketua FPSS Kaltim, Akbar Jaya menegaskan forum pemuda hadir bukan karena minimnya ruang di KKSS, melainkan sebagai upaya memperkaya pemikiran dan mendorong kemajuan organisasi.
“Forum ini kami harapkan menjadi laboratorium berpikir anak muda KKSS, tempat lahirnya gagasan-gagasan untuk masa depan organisasi,” ujarnya.
Ia menyebut, diskusi tersebut lahir dari berbagai pertemuan dengan tokoh, akademisi, serta pengurus KKSS yang menilai perlunya pembenahan dalam tubuh organisasi, baik dari sisi tata kelola maupun penguatan nilai budaya.
Menurutnya, terdapat kekhawatiran bahwa nilai-nilai luhur masyarakat Sulawesi Selatan berpotensi tergerus jika tidak diinternalisasi dalam sistem organisasi modern.
“Para tokoh melihat ada potensi akar budaya kita tercerabut jika tidak dijaga dalam bingkai organisasi,” katanya.
Selain itu, FPSS juga menyoroti dinamika suksesi kepemimpinan KKSS yang mulai mengemuka menjelang musyawarah besar.
Akbar menilai, kriteria pemimpin tidak seharusnya hanya bertumpu pada satu faktor tertentu sehingga berpotensi mendominasi proses pemilihan.
“Kita butuh kolaborasi dan sinergi,” tegasnya.
Ia menambahkan, KKSS sebagai organisasi besar yang menghimpun berbagai latar belakang tokoh harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya.
Momentum 50 tahun KKSS pada 2026, lanjutnya, menjadi kesempatan penting untuk melakukan refleksi sekaligus melahirkan kepemimpinan yang lebih progresif.
“Ini saatnya kita menata arah dan memastikan KKSS ke depan lebih kuat, adaptif, dan tetap berakar pada nilai budaya,” ujarnya.
Diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber seperti Bohari Yusuf, Rusman Yaqub, dan Ridwan Tassa dari berbagai kalangan untuk menggali perspektif serta merumuskan gagasan strategis bagi masa depan KKSS.

