SAMARINDA: Wakil Ketua Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalimantan Timur (Kaltim), Nidya Listiyono, menegaskan komitmen GP Ansor Kaltim untuk terus berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), pemberdayaan ekonomi, serta dukungan terhadap program strategis pemerintah.
Hal itu disampaikan Nidya saat ditemui Selasa, 27 Januari 2026, dua hari setelah pelantikan Pengurus Wilayah GP Ansor Kaltim masa khidmat 2024-2028 yang digelar pada Minggu, 25 Januari 2026.
Nidya yang juga merupakan Direktur Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) Kaltim menuturkan, BUMA tengah disiapkan sebagai motor penggerak ekonomi kader dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah.
Menurut Nidya, tantangan GP Ansor ke depan tidak hanya berkutat pada penguatan ideologi dan kaderisasi, tetapi juga bagaimana organisasi mampu menghadirkan solusi nyata di bidang ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“GP Ansor hari ini dituntut bukan hanya kuat secara organisasi, tapi juga harus mampu memberikan kontribusi riil. Salah satunya melalui penguatan ekonomi kader dan UMKM lewat BUMA Ansor,” ujarnya.
Nidya menjelaskan, pada momentum pelantikan GP Ansor Kaltim yang dihadiri langsung Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin dan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, organisasi menegaskan komitmen untuk mendukung program-program strategis pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Lewat BUMA, Nidya membeberkan rencananya yang saat ini tengah menyusun desain bisnis agar badan usaha tersebut dapat berjalan secara profesional dan berkelanjutan.
“BUMA Ansor ini tidak hanya untuk kepentingan organisasi, tapi bagaimana bisa mendorong UMKM, membantu perputaran ekonomi, dan selaras dengan program pemerintah daerah,” katanya.
Ia menyebutkan, beberapa program pemerintah seperti ketahanan pangan, penguatan UMKM, hingga program Gratispol dan Jospol Pemprov Kaltim menjadi ruang kolaborasi yang terbuka bagi GP Ansor.
“GP Ansor siap men-support ulil amri (pemimpin daerah). Program Gratispol dan Jospol ini kan tujuannya jelas, memastikan anak-anak Kaltim bisa sekolah dan kuliah. Walaupun masih ada evaluasi mekanisme, semangatnya sangat positif,” ujarnya.
Nidya juga menilai digitalisasi sistem dan pembenahan mekanisme program bantuan pendidikan akan terus dilakukan pemerintah provinsi, sehingga manfaatnya semakin merata dan tepat sasaran.
“Harapan kita, generasi emas Kaltim yang dicanangkan pemerintah bisa terwujud. Tidak ada lagi anak-anak kita yang putus sekolah karena persoalan ekonomi,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan GP Ansor Kaltim akan terus bergerak mendukung pembangunan daerah melalui penguatan sumber daya manusia, kewirausahaan, serta pengabdian sosial.
“GP Ansor tidak boleh hanya hadir saat seremoni. Kita harus hadir di tengah masyarakat, memberi solusi, dan ikut menggerakkan ekonomi daerah,” pungkasnya.

