SAMARINDA: Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mengajak para ulama Nahdhatul Ulama (NU) untuk memperkuat sinergi bersama pemerintah dalam membangun Kalimantan Timur yang religius, damai, dan sejahtera.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara buka puasa bersama di Gedung Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Timur yang baru, Sabtu 7 Maret 2026, yang turut dihadiri Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji.
Rudy Mas’ud mengatakan momentum Ramadan menjadi kesempatan penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan ulama dalam membangun daerah.
“Kegiatan ini adalah momentum yang luar biasa. Kita bisa bersama-sama memperkuat silaturahmi dan bersinergi dengan para ulama untuk membangun daerah yang gemah ripah loh jinawi dan insyaallah menjadi daerah yang rahmatan lil alamin,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga sikap santun, menghormati sesama, serta menghargai pemimpin yang bekerja untuk kemaslahatan masyarakat.
“Kami sangat mengharapkan masyarakat taat kepada ulama, santun kepada sesama, serta menghormati pemimpin yang bekerja untuk kemaslahatan umat dan rakyat Kalimantan Timur,” katanya.
Menurut Rudy, ulama memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris PWNU Kaltim Abu Bakar Madani menjelaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama tersebut juga menjadi momen pemanfaatan Gedung PWNU Kaltim yang baru selesai dibangun.
Ia mengatakan pembangunan gedung tersebut dimulai pada Oktober 2025 dan berhasil diselesaikan lebih cepat dari target yang direncanakan.
“Bulan Februari digunakan untuk proses pembersihan, dan sekarang gedung sudah bisa dimanfaatkan untuk kegiatan,” ujarnya.
Gedung PWNU Kaltim yang terdiri dari tiga lantai tersebut dibangun menggunakan dana hibah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tahun anggaran 2025 senilai Rp16,5 miliar.
Abu Bakar menambahkan, meskipun pembangunan fisik telah selesai, masih diperlukan tambahan anggaran sekitar Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar untuk melengkapi fasilitas di dalam gedung.
“Peralatan lama sebagian masih bisa digunakan, tetapi karena gedungnya baru tentu fasilitas di dalamnya juga perlu disesuaikan,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa peresmian resmi Gedung PWNU Kaltim direncanakan akan dilaksanakan setelah Ramadan bersamaan dengan kegiatan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) NU Kaltim serta acara halalbihalal.

