JAKARTA: Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud mendorong penguatan industri galangan kapal nasional melalui kebijakan fiskal yang lebih kompetitif.
Salah satu usulan utama yang disampaikannya adalah pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi nol persen bagi sektor galangan kapal.
Rudy menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan industri galangan kapal, mengingat Kaltim merupakan salah satu sentra galangan terbesar di Indonesia.
“Kalimantan Timur adalah galangan nomor tiga terbesar di Indonesia. Karena itu kami sangat men-support kegiatan kapitalisasi galangan kapal ini,” ujarnya usai mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Pemberdayaan Angkutan Laut dan Galangan Kapal Nasional yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Hotel Ayana Midplaza, Selasa, 10 Februari 2026.
Ia menilai, perlakuan fiskal terhadap galangan kapal saat ini belum setara dengan sektor pelayaran.
Beban PPN sebesar 11 persen dinilai menjadi salah satu faktor utama yang menekan daya saing galangan kapal nasional.
“Kami berharap galangan kapal bisa mendapatkan fasilitas PPN nol persen, sama seperti perusahaan pelayaran. Beban PPN 11 persen ini yang paling berat,” tegas Rudy.
Menurutnya, kebijakan PPN nol persen akan menjadi stimulus signifikan agar galangan kapal nasional mampu bersaing dengan industri perkapalan luar negeri.
“Kalau PPN bisa nol persen, ini akan mendorong galangan kapal nasional menjadi lebih kompetitif,” tambahnya.
Selain persoalan fiskal, Rudy juga menyoroti pentingnya penguatan standar dan sistem klasifikasi kapal nasional.
Ia menyinggung posisi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) yang hingga kini belum sepenuhnya diakui di tingkat internasional.
“Di dunia internasional ada standar dan klasifikasi tertentu. BKI ini belum diakui secara global. Karena itu, kapal-kapal yang dibangun, terutama yang berukuran besar, harus diadministrasikan dengan baik agar memenuhi standar internasional,” jelasnya.
Rudy menilai pengakuan global terhadap BKI menjadi faktor kunci agar industri perkapalan nasional dapat naik kelas dan terintegrasi dalam rantai industri maritim dunia.
Ia menegaskan, industri galangan kapal merupakan sektor strategis karena bersifat padat karya, padat modal, dan padat teknologi.
Dengan potensi wilayah dan sumber daya yang dimiliki, Kalimantan Timur dinilai memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam pembangunan kapal-kapal berukuran besar di Indonesia.
“Industri perkapalan itu padat karya, padat modal, dan padat teknologi. Kalimantan Timur memiliki kemungkinan besar untuk mendukung pembangunan kapal-kapal besar di Indonesia,” pungkasnya.

