BONTANG: Pengabdian panjang dalam mendidik generasi muda melalui pengajaran Al-Qur’an terus dijalani para guru ngaji di Bontang.
Salah satunya Nuruddin Kahfi, pengajar Al-Qur’an di Masjid Nurul Hidayah, Lok Tuan yang telah menekuni aktivitas tersebut sejak tahun 2006.
Pada Kamis, 5 Maret 2026, Nuruddin menjadi salah satu guru ngaji yang menerima paket bantuan Ramadan.
Bantuan tersebut disalurkan kepada para pengajar Al-Qur’an melalui kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Bontang dengan dukungan Pemerintah Kota.
Nuruddin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada para guru ngaji yang selama ini berkontribusi dalam pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Baznas, BKPRMI dan juga Pemerintah Kota Bontang yang sudah memberikan perhatian kepada para guru ngaji,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para muzaki yang menyalurkan zakat melalui Baznas sehingga bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk para guru ngaji.
“Terima kasih juga kepada para muzaki yang sudah menunaikan zakatnya. Semoga ke depan semakin banyak masyarakat yang berzakat sehingga bantuan yang disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan juga semakin luas,” tambahnya.
Menurut Nuruddin, bantuan Ramadan seperti ini sudah rutin diterima para guru ngaji di Bontang dalam beberapa tahun terakhir melalui Baznas yang bekerja sama dengan BKPRMI.
Bantuan tersebut dinilai sangat membantu sekaligus menjadi bentuk penghargaan atas peran para guru ngaji dalam membina generasi muda.
Selain bantuan Ramadan, para guru ngaji di Bontang juga menerima insentif bulanan dari pemerintah daerah.
Saat ini, insentif tersebut mencapai Rp2 juta per bulan dan disebut sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia.
Bagi Nuruddin, insentif tersebut bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga menjadi dorongan moral agar para pengajar Al-Qur’an semakin semangat dalam menjalankan tugasnya.
“Semoga dengan adanya insentif yang diberikan ini semakin memotivasi para guru ngaji untuk lebih intens mendidik anak-anak. Karena dengan insentif yang besar, tentu tanggung jawab kami juga semakin besar,” ungkapnya.
Selama hampir dua dekade mengajar, Nuruddin mengaku tetap berkomitmen untuk terus membimbing anak-anak dalam mempelajari Al-Qur’an.
Ia meyakini pendidikan agama sejak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter seseorang.
“Pada prinsipnya manusia itu harus dididik sejak kecil. Karena kalau masih kecil itu seperti pohon yang masih muda, masih bisa dibentuk. Kalau sudah besar akan lebih sulit,” jelasnya.
Ia menambahkan, motivasi utamanya dalam mengajar juga berangkat dari ajaran Islam yang mendorong umatnya untuk mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an.
“Ada hadis yang mengatakan sebaik-baik manusia adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya. Itu menjadi motivasi kami para guru ngaji. Di tengah kesibukan sehari-hari, kami tetap menyempatkan diri untuk mengajar anak-anak sebagai bagian dari tanggung jawab mendidik generasi muda,” tutupnya.

