BONTANG : Menghadapi krisis air bersih yang akan di hadapi Kota Bontang, dimusim kemarau,Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Taman, Suramin berharap, ada pembangunan polder atau tempat penampungan air oleh pemerintah. Sementara PDAM juga berupaya menyanggupi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, akan melakukan pembangunan sumur bawah tanah di tiga lokasi yang tersebar di Kota Bontang, dengan anggaran yang di usulkan ke Pemerintah Provinsi Kaltim.
“Kami mengusulkan penggalian tiga sumur, tapi untuk di tanjung laut tidak ada lokasi yang bisa untuk dijadikan sumur karena faktor ketersediaan air bawah tanah. Begitu juga dengan beberapa lokasi yang kita targetkan” ujarnya, Senin (13/2/2023).
Oleh karena itu, untuk pemenuhan air bersih ke depannya Bontang bisa bergantung pada ketersediaan air permukaan, maka dari itu perlu wadah atau penampung air permukaan tersebut.
“Kami sangat berharap dan menantikan polder yang menjadi salah satu alternatif penyediaan air bersih untuk Bontang ke depan,” terangnya.
Menurutnya, jika polder terealisasi maka Bontang akan dapat tiga keuntungan, yakni pendapatan dengan dijadikan polder sebagai tempat wisata, kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi dan penanggulangan banjir.
“Kita bisa dapat omset dari situ, dimanfaatkan untuk wisata, untuk air bersih dan penanganan banjir,” ulangnya.
Oleh sebab itu dirinya berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, khusus unsur pimpinan untuk memikirkan hal ini. Sebab, berdasarkan hasil penelitian Institut Teknologi Bogor (ITB) pada 2006 silam, Bontang 20 tahun mendatang akan mengalami krisis air. Artinya pada 2026 nanti bisa saja terjadi.
“Saya harap ini dipikirkan oleh pemerintah, agar jangan pas jatuh tempo atau betul-betul krisis baru mencari solusi,” tandasnya.

