SAMARINDA: Pergolakan ekonomi nasional turut dirasakan pelaku usaha di berbagai daerah, termasuk di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi pengusaha perempuan yang harus menjaga stabilitas ekonomi keluarga sekaligus mempertahankan usaha di tengah situasi yang tidak menentu.
Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Samarinda, Eni Sutarman, menilai kondisi ekonomi saat ini memang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Tekanan yang dirasakan pelaku usaha, menurutnya, tidak hanya terjadi di Kalimantan Timur, tetapi juga hampir di seluruh wilayah Indonesia.
“Kalau IWAPI sendiri tentu tidak bisa mengatasi seluruh tantangan ekonomi yang ada. Karena kondisi ekonomi Indonesia memang sedang menghadapi dinamika yang sama di berbagai daerah,” ujar Eni saat diwawancarai, Sabtu, 28 Februari 2026.
Pemilik Klinik Sutarman itu tetap optimistis perempuan memiliki kemampuan adaptasi yang kuat dalam menghadapi tekanan ekonomi.
Ia menilai perempuan Indonesia kerap menunjukkan ketangguhan ketika dihadapkan pada kondisi sulit.
Eni mencontohkan, banyak perempuan yang awalnya tidak terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi, namun mampu bertransformasi menjadi pelaku usaha ketika keluarga membutuhkan tambahan penghasilan.
“Jangan remehkan perempuan atau seorang ibu. Ketika dihadapkan pada persoalan ekonomi, perempuan bisa sangat tajam melihat peluang. Bahkan dari hal sederhana seperti usaha rumahan hingga produk kecil bisa menjadi sumber penghasilan,” katanya.
Ia juga menyinggung pengalaman Indonesia saat menghadapi pandemi Covid-19.
Pada masa tersebut, sektor usaha kecil dan ekonomi berbasis keluarga dinilai menjadi salah satu faktor yang membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional.
Menurutnya, kekuatan ekonomi keluarga yang banyak digerakkan perempuan menjadi fondasi penting dalam menjaga daya tahan ekonomi masyarakat.
“Kadang kita berpikir harus memulai sesuatu yang besar. Padahal dari hal sederhana seperti jualan makanan atau usaha kecil di rumah itu justru bisa membantu ekonomi keluarga tetap bertahan,” jelasnya.
Ke depan, IWAPI Samarinda berkomitmen menghimpun perempuan pelaku usaha agar memiliki ruang kolaborasi yang lebih luas, baik antaranggota maupun dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
Eni, yang dijadwalkan segera dilantik sebagai Ketua IWAPI Samarinda usai Lebaran, mengatakan organisasi tersebut memiliki peran strategis dalam memperkuat jaringan pengusaha perempuan di daerah.
“Kami ingin bagaimana pengusaha perempuan ini bisa terhubung dengan stakeholder, termasuk pemerintah. Kolaborasi itu penting supaya perempuan Samarinda memiliki peluang usaha yang lebih besar,” ujarnya.
Ia berharap melalui sinergi tersebut, perempuan tidak hanya mampu menjaga ketahanan ekonomi keluarga, tetapi juga berkontribusi lebih luas terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

