SAMARINDA : Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Hadi Mulyadi mengatakan pengurus Islamic Center haruslah mempunyai cita-cita besar untuk kemajuan Islam di Kaltim.
Sebagai informasi, Hadi mengukuhkan Dewan Pengawas dan Dewan Pengurus Badan Pengelola Islamic Center (BPIC) Periode 2023-2027 di Studio Radio dan TV Islamic Center Kaltim, Senin (23/1/2023).
Pengukuhan itu dihadiri dan disaksikan Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov Kaltim, Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Rasyid sekaligus Imam Besar Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center dan Ketua PW Muhammadiyah Kaltim KH Siswanto.
“Kehadiran Ibu Sekda beserta pimpinan perangkat daerah pada pengukuhan pengawas dan pengurus BPIC ini, artinya dukungan seratus persen untuk Islamic Center yang tidak hanya dikembangkan sebagai tempat ibadah dan syiar Islam, melainkan sebagai wadah pengembangan pendidikan dan budaya di Kalimantan Timur,” kata Hadi melalui rilis Pemprov Katim.
Ketua Dewan Pengawas BPIC Periode 2023-2027 dijabat oleh Suyatman dan Ketua Dewan Pengurus dijabat Awang Darma Bakti.
Hadi pun mengapresiasi keberadaan Islamic Center di bawah pengelolaan BPIC yang saat ini sudah memiliki Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Menurut Mantan legislator Senayan dan Karang Paci itu, hal itu berarti pengembangan pendidikan di Islamic Center sudah dilakukan dengan baik, namun bukan berarti berhenti sampai di situ, melainkan harus ditingkatkan lagi.
“Karena kita hanya bisa membangun bangsa ini dengan ilmu pengetahuan yang didukung dengan keterampilan dan sumber daya yang cukup,” jelasnya.
Hadi berharap, Dewan Pengawas dan Dewan Pengurus BPIC yang sudah dikukuhkan itu dapat benar-benar memberikan kemajuan bagi Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center sebagai tempat ibadah, tempat pengembangan pendidikan dan budaya, sekaligus sebagai ikon Benua Etam, dimana masyarakat bisa beribadah sekaligus berwisata rohani.
“Masjid Baitul Muttaqien harus milik semua golongan, baik Nahdlatul Ulama maupun Muhammadiyah sebagai dua organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia, dan organisasi keagamaan lainnya,” pesannya.
Ketua BPIC Awang Darma Bakti berharap seluruh jajaran pengurus yang sudah dikukuhkan bisa bekerja sama dan bahu membahu demi kepentingan umat di Kalimantan Timur.
“Diharapkan semuanya berhati masjid, berhati bersih. Kekompakan dan kerja sama semua pengurus diperlukan dalam pelaksanaan tugas-tugas ke depan, karena Islamic Center merupakan sebuah kebanggaan bagi masyarakat Kalimantan Timur, ikon Kalimantan Timur,” harapnya.
“Mari kita bersinergi dan berkolaborasi dengan sebaik-baiknya. Sebab, tanpa kerja sama yang baik maka sulit untuk berkemajuan. Itu adalah suatu keniscayaan,” sambungnya.

