SAMARINDA: Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik, mengingatkan para distributor agar tidak menganggap Kios Sigap (Siap Jaga Harga dan Pasokan) Pasar Segiri Samarinda sebagai kompetitor.
“Mohon maaf untuk teman-teman distributor, kehadiran kios penyeimbang bukan sebagai kompetitor,” kata Akmal saat meresmikan Kios Sigap di lantai dua Pasar Segiri Samarinda, Minggu (3/3/2024).
Ia menjelaskan, kios tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Kaltim dan Pemerintah Kota Samarinda serta beberapa perusahaan perseroan daerah (Perseroda).
Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri itu menyebut, Pemerintah berkewajiban menjaga agar masyarakat mendapatkan harga kebutuhan pokok sesuai kemampuan.
Kios itu, lanjut Akmal, dibangun untuk menyelesaikan persoalan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat dengan harga terjangkau.
Ia berpesan, Kios Sigap harus memposisikan diri secara proporsional sehingga persoalan distribusi dan produksi bisa teratasi.
Akmal menambahkan, Benua Etam memiliki potensi lahan yang jika dikelola secara maksimal dan modern akan mewujudkan mandiri pangan.
“Kalau kita fokus pada sentra pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara dan Paser, tentu bisa menyelesaikan masalah pangan,” pesannya.
Ia mengungkapkan, Kaltim sudah memiliki tiga balai benih induk (BBI), serta 85 Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dan tenaga penyuluh pertanian 520 orang.
Dirinya meyakini, tiga BBl dan 85 BPP didukung kelompok tani bisa fokus, maka akan mendorong dan mendongkrak produksi pangan Kaltim.
“Kuncinya harus fokus,” pungkasnya.(*)

