SURABAYA: Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kalimantan Timur (Kaltim) menyatakan kesiapan membangun sinergi yang lebih konkret dengan Pemerintah Provinsi Kaltim pada awal 2026.
Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung program pembangunan daerah, khususnya di sektor infrastruktur.
Sekretaris Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kaltim, Sobirin Bagus, mengatakan hubungan antara pengusaha dan pemerintah daerah merupakan dua unsur yang saling melengkapi dalam mendorong pembangunan.
“Pemerintah daerah memiliki program dan visi pembangunan, sementara HPN berada di lapangan sebagai pelaku usaha. Dua sisi ini tidak bisa dipisahkan,” ujar Sobirin kepada Narasi.co saat ditemui di Surabaya, Kamis, 5 Februari 2026.
Sobirin membeberkan, dalam waktu dekat HPN Kaltim akan melakukan silaturahmi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim.
Pertemuan tersebut direncanakan menjadi forum awal untuk menyampaikan program-program HPN sekaligus menjajaki ruang kerja sama yang dapat diselaraskan dengan agenda pembangunan pemerintah daerah.
“Silaturahmi ini bukan hanya menyampaikan program HPN, tapi juga mendengar langsung apa yang dibutuhkan Pemprov Kaltim agar bisa dikerjakan bersama,” katanya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur menjadi sektor yang paling memungkinkan untuk segera disinergikan.
Pemerintah daerah memiliki perencanaan dan kebijakan, sementara pengusaha Nahdliyin yang tergabung dalam HPN siap berkontribusi dalam pelaksanaan di lapangan.
“Kalau pemerintah punya program infrastruktur, HPN siap berkontribusi dalam pelaksanaan pembangunan. Di situ titik temu kepentingan pembangunan dan ekonomi umat,” ujarnya.
Legislator DPRD Kutim periode 2019-2024 itu juga menegaskan, gagasan sinergi antara HPN dan pemerintah daerah sebenarnya bukan hal baru.
Namun, selama ini gerakan tersebut belum berjalan optimal karena kesibukan masing-masing pihak.
“Gerakan ini sudah ada sejak lama, hanya saja belum maksimal. Karena itu kami ingin mengoptimalkan di awal 2026, dengan komunikasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan,” jelasnya.
Optimalisasi tersebut, lanjut Sobirin, akan diawali dengan membangun pola komunikasi yang intensif antara HPN dan Pemprov Kaltim agar program-program yang dijalankan benar-benar selaras dengan kebutuhan daerah.
HPN Kaltim berharap kerja sama ini tidak bersifat seremonial, melainkan menjadi kemitraan yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada pembangunan daerah.
“Mudah-mudahan apa yang menjadi cita-cita Provinsi Kaltim bisa selaras dan seimbang dengan peran HPN. Tujuannya satu, Kaltim yang lebih baik,” pungkas Sobirin.

