Samarinda – Belakangan ini nama kakek Suhud (70) tengah hangat diperbincangkan. Itu lantaran ia dimarahi artis fenomenal yang sering berderma, Baim Wong. Momen tersebut pun sempat terekam hingga viral di jagat maya.
Mengetahui kejadian tersebut, H Suriansyah alias H Sasa sontak mendatangi kediaman kakek Suhud yang informasi tempat tinggalnya didapatkan dari netizen.
“Awalnya saya tahu dari TikTok, banyak orang menandai saya dan menuliskan ‘kasihan pak haji, tolong dibantu. Kan pak haji sayang orang tua’. Saat itu juga saya beli tiket dan langsung berangkat,” ungkap H Sasa dikediamannya, Jalan Daman Huri, Samarinda, Selasa (19/10/2021).
Pemilik panti jompo dan anak terlantar Yayasan Mansyur Tuah Samarinda tersebut pun menuturkan motivasinya yang sontak mendatangi kakek Suhud dan memberikan sejumlah uang tunai di Jakarta.
Apalagi, ia sendiri terbilang menyayangi lansia, baik orang tua kandung ataupun orang tua lain. Baginya, jika terdapat orang tua yang dimarahi, spontan naluri sebagai anak muncul.
“Siapa saja tak terkecuali anaknya, saya paling tidak senang ada orang tua dimarahi,” tegas H Sasa.
Diceritakannya, pertemuan dengan kakek bernama lengkap Suhud Arif, dia pun langsung mengajak kakek Suhud dan keluarga untuk makan bersama agar suasana lebih rileks.
“Kalau mal buka, saya mau bawa bapak itu belanja, sayangnya buka hanya sampai pukul 20.00 WIB,” ujarnya.
Lanjutnya, secara pribadi, jika H Sasa mengetahui ada orang tua terlantar, maka dirinya tak akan berpikir panjang dan langsung mengambil untuk dirawat. Bahkan, kakek Suhud dianggap seperti orang tuanya.
Selama pertemuan, H Sasa banyak menerima informasi kehidupan kakek Suhud, misalnya, tidak diperbolehkan berjualan oleh anaknya. Namun dengan alasan badannya sakit jika di rumah saja, maka tetap berjualan buku.
Saat ini sambung H Sasa, kakek Suhud tinggal di rumah besannya, sedangkan anaknya tidak lagi bekerja akibat pandemi. Tidak jarang kakek Suhud harus ‘berpuasa’ karena dagangannya sepi pembeli.
Tetapi, kebesaran sang pencipta Allah SWT tidak pernah pupus, dibarengi ibadahnya yang tinggi, hinaan yang menerpa kakek Suhud malah mengangkat derajatnya.
“Dari situ maka saya mengangkat pak Suhud sebagai bapak saya,” bebernya.
H Sasa memang dikenal penderma, dia kerap membantu para orang terlantar dan berkekurangan tanpa pilih, sepanjang dia mampu akan tetap dilakukannya. Dalam hal berbuat baik, bahkan sampai menjual aset pribadi pun, pernah dilakukannya.
“Bagi saya jika ada orang teraniaya, terlantar, dibuang, saya ambil, semua seperti orang tua sendiri. Tidak harus memandang siapa itu, orang tua itu adalah surga dunia akhirat. Siapa pun saya bawa pulang,” sebut pria yang dikenal sebagai Crazy Rich Samarinda.
Lebih jauh dikisahkannya, saat di perjalanan menemui kakek Suhud, ia sempat melihat seorang wanita pemulung tertidur dalam gerobak di pinggir jalan. Lantas, H Sasa berinisiatif untuk membawanya ke Samarinda agar dirawat.
Mungkin dikarenakan tidak kenal, tawaran itu ditolak. Tidak putus asa, niat agar wanita tersebut mendapat perawatan layak, maka H Sasa berjanji akan datang kembali seminggu kemudian.
“Saya sarankan memikirkannya seminggu ke depan, nanti akan didatangi lagi sekaligus meminta jawaban mau atau tidak tinggal di Yayasan Mansyur Tuah, Samarinda,” terangnya.

