Samarinda – Kampus Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Kaltim menjadi salah satu kampus yang mendapat dana hibah dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi senilai Rp 50 juta untuk maksimalkan proses pendidikan jarak jauh (PJJ).
Hal itu didasari pada surat terlampir nomor: 0825/E2/TU/2020 tanggal 24 Februari 2021, perihal Penawaran Bantuan Dana Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh Tahun 2021.
Rektor IKIP PGRI Kaltim Suriansyah menerangkan, hibah ini diberikan dalam rangka memperkuat kompetensi para dosen di bidang penguasaan Informasi dan Teknologi (IT) dalam proses mengajar. Sehingga semua dosen IKIP PGRI Kaltim bisa mengajar menggunakan teknologi.
“Jadi ke depannya dosen tidak ketinggalan zaman tentang IT. Karena bagaimanapun semakin ke depan teknologi akan semakin canggih,” jelasnya dalam kegiatan Sosialisasi Luaran PJJ di ruang diskusi IKIP PGRI Kaltim, Selasa (21/12/2021).
Lebih lanjut, sejak dana hibah ini keluar pada bulan Juni 2021 lalu, IKIP telah melakukan pelatihan dan saat ini tinggal melihat hasil dari apa yang telah dibuat para dosen.
“Ini tinggal melihat bagaimana hasil dari program kerja yang telah dilakukan, makanya kegiatan pada hari ini disebut Sosialisasi Luaran,” jelasnya.
Berkaca dari proses pembelajaran sebelum adanya bantuan dari kementerian, Suriansyah mengatakan saat ini sudah jauh lebih baik.
“Sejauh ini alhamdulilah kita melihat, yang tadinya hanya sekadar tau membuka laptop, sekarang telah mahir mengoperasikannya,” katanya.
“Tentu saya berharap untuk tahun-tahun selanjutnya, bantuan akan tetap didapatkan untuk maksimalkan program studi pendidikan yang lain lagi di IKIP PGRI Kaltim,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi dan PJJ PKO IKIP PGRI Kaltim Abdul Mutalib menyebutkan program studi yang diberikan berupa pelatihan pengembangan yang terdiri dari empat mata kuliah seperti Manajemen Pendidikan, Belajar dan Pembelajaran, hingga Psikologi Pendidikan.
Sistemnya adalah dosen diberikan pelatihan lalu mengimplementasikan terhadap siswa dengan mengambil vidio saat PJJ, dan mengirimkannya pada website Edukasi IKIP PGRI Kaltim untuk pertanggungjawaban.
Disinggung adanya kendala, Abdul Mutalib mengungkap kalau hambatan utama di perangkat IT tergantung pada listrik. Jika listrik padam maka kegiatan tidak bisa dilaksanakan. Namun sejauh ini semua masih dapat dikondisikan.
Terkait harapan, ia menuturkan agar proses PJJ bisa terus berjalan baik dan berimbas pada dosen lain.
“Pastinya berharap semua dosen yang ada di IKIP PGRI bisa menggunakan PJJ. Sehingga ketika dosen sedang terkendala untuk datang ke kampus pembelajaran tetap bisa dilakukan secara maksimal dengan teknologi,” pungkasnya.

