SAMARINDA: Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu strategis, terutama terkait kelestarian lingkungan dan penguatan sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Timur.
Ketua DPD IMM Kaltim, Andri Rifandi menyebutkan bahwa sebagai organisasi mahasiswa, pihaknya aktif melakukan aksi nyata dalam merespons persoalan ekologi, salah satunya terkait ancaman lubang tambang yang telah memakan korban jiwa.
“Kami menyampaikan peran-peran ekologi melalui gerakan mahasiswa. Beberapa waktu lalu, kami melakukan aksi representatif dengan memasang tanda peringatan dan atensi larangan di area lubang tambang untuk mencegah jatuhnya korban,” ujarnya, Jumat, 3 April 2026.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari peran IMM sebagai mitra kritis pemerintah provinsi.
Andri menegaskan bahwa IMM secara konsisten menyampaikan aspirasi terkait tiga poin utama kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Ada tiga buah opini yang kami sampaikan langsung kepada Gubernur maupun Wakil Gubernur, yaitu mengenai program pendidikan, krisis lingkungan, dan penguatan SDM Kalimantan Timur,” katanya.
Andri juga menjelaskan bahwa keterlibatan IMM dalam mengawal kebijakan publik dilakukan melalui langkah strategis bersama organisasi Cipayung Plus guna memastikan pembangunan Kaltim berjalan di jalur yang tepat.
“Kita pernah melakukan aksi bersama teman-teman Cipayung untuk melihat langkah strategis Kalimantan Timur dari kacamata organisasi mahasiswa,” tegasnya.
Selain fokus pada isu ekologi, DPD IMM Kaltim juga tengah melakukan penguatan internal organisasi. Saat ini, IMM telah memiliki basis massa yang kuat di tujuh kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
“Secara keseluruhan kami cukup besar di tiga daerah utama, yaitu Samarinda, Berau, dan Paser karena keberadaan kampus-kampus Muhammadiyah di sana,” jelas Andri.
Ia menambahkan, meski saat ini belum menjangkau seluruh wilayah secara penuh, IMM sedang mempersiapkan ekspansi kepengurusan ke daerah yang belum memiliki cabang definitif.
“Untuk Penajam Paser Utara (PPU), kita sudah siapkan tim persiapan cabangnya. Target kita adalah bagaimana nilai humanitas dan filosofis gerakan IMM bisa berdampak luas bagi masyarakat Kalimantan Timur secara keseluruhan,” pungkasnya.

