BOGOR: Pergerakan penumpang pesawat pada musim liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) diprediksi meningkat dibandingkan tahun 2024.
Kondisi ini berpotensi memengaruhi kinerja bandar udara di berbagai lini, termasuk pengaturan jam operasional.
Namun demikian, PGS Corporate Secretary Group Head, Ari Ahsanurrohim, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima surat permohonan penambahan jadwal landing dan take off dari maskapai penerbangan.
Ari menjelaskan, keterbatasan armada pesawat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kebutuhan penambahan jadwal penerbangan. Sebelumnya, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Achmad Setyo Prabowo, mengungkapkan bahwa jumlah armada pesawat komersial yang tersedia di Indonesia saat ini mencapai 568 unit.
Namun, pada periode Nataru 2025/2026, hanya 368 pesawat yang mendapat izin beroperasi karena sekitar 200 armada masih menjalani perawatan untuk memastikan kelaikan terbang.
Dengan kondisi tersebut, maskapai penerbangan perlu menyiapkan armada tambahan (extra flight) jika terjadi lonjakan penumpang, tentu dengan mempertimbangkan kesiapan sumber daya bandar udara.
“Sebelum ada permintaan extra flight, sebagai pengelola bandara kami sudah menyiapkan berbagai perangkat di 37 bandara untuk melayani masyarakat selama periode libur Nataru 2025/2026,” ujar Ari kepada narasi.co usai memaparkan materi dalam Media Gathering Forum Wartawan Perhubungan, Jumat, 12 Desember 2025, di Ciawi, Bogor.
Kegiatan tersebut membahas kesiapan Nataru dari sisi kebandarudaraan dan regulasi pengaturan lalu lintas udara.
Ia menambahkan, persiapan InJourney Airports mencakup peningkatan fasilitas, pengerahan personel, serta dukungan sistem teknologi informasi guna mendukung operasional bandara selama 24 jam untuk melayani seluruh penerbangan landing dan take off.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memproyeksikan total penumpang selama periode Nataru 2025/2026 mencapai 5.050.194 orang, terdiri atas 3.899.176 penumpang domestik dan 1.151.018 penumpang internasional.
Untuk rute domestik, pergerakan penumpang tertinggi diperkirakan masih didominasi penerbangan dari dan menuju, antara lain rute Jakarta–Denpasar, Jakarta–Surabaya, Jakarta–Medan, Jakarta–Makassar, Jakarta–Balikpapan, serta sejumlah bandara lainnya.
Adapun rute internasional yang paling diminati diperkirakan meliputi Jakarta–Singapura, Jakarta–Kuala Lumpur, Denpasar–Singapura, dan Denpasar–Kuala Lumpur.

