JAKARTA : Emas dengan kilauannya menjadi sasaran investasi komoditas yang menguntungkan, di tengah fluktuatifnya perekonomian global.
Hal ini karena investasi emas nilainya tetap aman dan terjaga hingga 5-10 tahun ke depan.
Demikian Aliyah Natasya, founder DNA Finance, dalam Media gathering diselenggarakan BCA Syariah dengan tema “Cerdas Berinvestasi Emas”, Senin (7/10/2024) di Al Jazeerah Restaurant & Lounge, Jakarta Pusat.
Namun Aliyah juga mengingatkan, agar investor harus berhati-hati dalam memilih institusi saat berinvestasi.
Apalagi saat ini mulai bermunculan lembaga yang menawarkan investasi emas dengan tawaran menggiurkan.
“Jadi investor harus cerdas saat bertransaksi meski itu untuk emas,” jelas Aliyah mengingatkan.
Sebab, tambahnya, tidak semua investasi yang hadir di luar sana aman.
Sesuai catatan, hanya ada tiga komponen investasi yang aman, yaitu obligasi (surat berharga negara), properti dan emas.
Dari ketiga komponen tersebut, emas paling lukuid dengan nilai yang terjaga dan mudah dicairkan.
Namun kembali diingatkan, perlu kecerdasan agar tidak terpedaya yang saat ini lagi keren, investasi bodong. Karena sekarang, marak investasi yang ditawarkan secara online dan cukup menggiurkan.
Bicara lebih jauh tentang investasi emas, menurut Aliyah, cukup menggiurkan. Tapi, harus dilakukan dengan cerdas karena celah-celah yang merugikan investor tetap ada.
Karenanya, meski investasi emas aman dan trand nya terus meningkat, tapi generasi milenial yang sesuai data jadi investor terbanyak, harus melek investasi.
Ini arena tujuan investasi utamanya untuk mendapat finansial aman dimasa yang akan datang.
“Yah masyarakat harus memahami selain komoditi yang instrumen saat berinvestasi,” tutur Aliyah.
Ditambahkan, mengingat ditengah ketidakpastian ekonomi, apapun keadaannya investasi harus ada dalam hidup kita.
Kenapa harus investasidan solusi jatuh pada emas? Karena menuju masa depan setiap orang membutuhkan income.
Baik itu berupa tabungan dana segar, maupun barang-barang yang likuid untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Maksudnya, saat menabung maupun berinvestasi yang terbersit saat itu bagaimana kita bisa berpenghasilan terus menerus, disaat sudah tidak bekerja, investasi yang berperan memenuhi kebutuhan mendesak.
“Pastinya, meski aman dan terjaga tapi pelaksanaannya membutuhkan kecerdasan serta kehati-hatian,” tutup Aliyah Natasya.(*)

