Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor memimpin langsung pembangunan RS Korpri di Jalan KH Wahid Hasyim, Sempaja, Samarinda.
Pembangunan rumah sakit ini dikatakan Gubernur Isran Noor sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Terlebih lagi, tidak ada satupun yang bisa memastikan, kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir.
Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan sangat penting untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Apa yang kita lakukan hari ini, tidak lain upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dalam hal kesehatan,” jelas Isran saat pemancangan tiang pertama Pembangunan RSUD Korpri Samarinda di Jalan KH Wahid Hasyim Samarinda, Senin (27/9/2021).
Isran berpesan agar pembangunan rumah sakit tersebut bisa terselesaikan, meskipun nantinya akan ada hambatan.
“Pasti ada kendala, tapi jangan membuat kita berhenti. Apalagi, ini fasilitas untuk kepentingan masyarakat. Harus yakin,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda atau yang akrab disapa Nanda menyebut pembangunan rumah sakit tersebut memerlukan dana tidak kurang Rp 43,3 miliar.
Proyek ini akan dikerjakan oleh PT Telaga Pasir Kuta. Sementara pra perencanaan oleh PT Arista Gemilang Konsulindo dengan nilai kontrak Rp 674 juta lebih.
Konsultan supervisi PT Geomap International Consultant dengan kontrak Rp 805 juta lebih. Total biaya proyek rumah sakit ini sekitar Rp 45 miliar lebih karena ada review dengan nilai kontrak Rp 99 juta.
Pembangunan yang ditargetkan rampung dalam waktu 128 hari tersebut guna persiapan memenuhi kebutuhan masyarakat karena sejumlah pakar memprediksi Covid-19 masih akan berlangsung dalam lima tahun ke depan.
Pembangunan tersebut didirikan di lahan seluas 3.900 m² (meter persegi) dengan luas bangunan 4.639 m².
Bangunan rumah sakit ini berada di kawasan banjir, karena itu proyek ini pun sudah menyiapkan polder khusus di bagian bawah bangunan untuk mengantisipasi saat terjadi banjir.

