SAMARINDA : Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Benua Etam, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengharapkan, pembangunan dapat merata di seluruh Indonesia hingga ke pelosok. Perlu diingat setiap jengkal tanah Kaltim berhak atas pembangunan. Dan menjadi tugas pemerintah untuk memenuhinya secara adil dan proporsional.
“Begitu juga dengan pembangunan infrastruktur, ruas jalan misalnya, untuk jalan Tering (Kutai Barat) – Ujoh Bilang (Mahakam Ulu) total penanganan tahun 2019 – 2021 dalam bentuk perkerasan aspal sepanjang 24,93 km, cut/fill dan timbunan pilihan 14,36 km. Kita juga bangun 6 jembatan panel,” kata Isran di Samarinda, Kamis (2/2/2023).
Sedangkan menyangkut visi Kaltim berdaulat, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor menegaskan, bukan berarti Kaltim ingin merdeka sendiri, melainkan bagaimana Kaltim mampu berdiri kokoh dan mandiri, untuk mengelola lingkungan dan semua potensi sumber daya yang dimiliki, serta bisa terus memberikan kontribusi besar bagi republik ini.
Di bawah kepemimpinan Isran dan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi, Pemprov Kaltim tidak semata-mata hanya memberi perhatian warga di kawasan perkotaan, seperti penanganan banjir dan jalan berlubang di Kota Samarinda, tetapi juga warga perbatasan dan pedalaman yang tinggal di kawasan perbatasan dan pedalaman, seperti di Kutai Barat dan Mahakam Ulu (Mahulu) dengan membangun jalan dan puluhan jembatan.
Melalui visi Kaltim Berdaulat, Isran bersama Wagub Kaltim Hadi Mulyadi berkomitmen bahwa tidak ada proyek-proyek mercusuar yang dibangun menggunakan APBD provinsi.
Ia menegaskan, APBD harus didistribusikan untuk kepentingan rakyat secara menyeluruh di Kaltim. Sementara proyek-proyek besar diperjuangkan menggunakan APBN dan dana-dana pusat.
Isran memaparkan, total alokasi anggaran penanganan 2019 – 2021 sisi Kutai Barat untuk pembangunan jalan sebesar Rp119,3 miliar dan pembangunan jembatan Rp23,2 miliar, sehingga total Rp142,5 miliar.
Selain itu, alokasi juga dikucurkan untuk pembangunan jalan dari Mahulu untuk ruas jalan Ujoh Bilang – Long Bagun – Long Pahangai. Total penanganan jalan tahun 2015 – 2021 berupa cut/fill dan timbunan pilihan sepanjang 89,50 km. Sementara total penanganan jembatan tahun 2015 – 2021 terdapat 20 titik (bailey) jembatan panel.
“Dalam periode itu, total anggaran pembangunan jalan di Mahulu sebanyak Rp101,4 miliar. Sedangkan
pembangunan jembatan Rp75,6 miliar, jadi total Rp177 miliar,” jelasnya.
Pada tahun 2022 lalu, Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran untuk ruas jalan Tering – Ujoh Bilang sebesar Rp29,3 miliar berupa perbaikan geometrik jalan (cut and fill) dan pelebaran jalan.
Kemudian untuk sisi Mahulu (Ujoh Bilang – Long Bagun – Long Pahangai) dialokasikan sebesar Rp28,5 miliar untuk perbaikan geometrik jalan (cut and fill), pelebaran jalan dan saluran (aramco/pipa baja bergelombang).
Sementara untuk pembangunan jembatan di tahun 2022 di Mahulu terdapat dua jembatan di ruas jalan Long Bagun – Long Pahangai dengan nilai pagu Rp6,2 miliar.
“Kita juga bangun jembatan yang lebih besar, yakni Jembatan Mubong di ruas Long Bagun – Long Pahangai dengan nilai Rp20 miliar,”sebutnya.
Meski sempat dilanda pandemi Covid-19 selama kurang lebih dua tahun, Isran dan Hadi tetap mempertahankan komitmen untuk mengalokasikan dana pembangunan ke semua daerah tanpa pilih kasih dan tanpa ada urusan politik balas jasa.

