SAMARINDA: Mantan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor, menitip pesan kepada Penjabat (Pj) Gubernur Akmal Malik untuk tidak memberhentikan para pegawai yang telah membantunya selama lima tahun memimpin Kaltim.
“Anak buah sampean sekarang adalah anak buah saya dulu, jadi Bapak bisa gunakan sesuka Bapak Gubernur. Cuma jangan diberhentikan,” kata Isran disambut applause seluruh peserta.
Hal itu ia sampaikan pada acara Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Masa Jabatan 2018-2023 kepada Pj Gubernur Kaltim di Plenary Hall Sempaja Samarinda, Rabu (4/10/2023).
“Ini acara pisah sambut dan serah terima jabatan gubernur baru. Saya tidak mau nyebut Pj karena kekuasaannya sama,” ucapnya.
Isran pun mengaku yakin pria yang baru dilantik pada Senin (2/10/2023) lalu oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia Tito Karnavian itu merupakan pribadi yang baik dan sangat bijaksana.
“Mrs. Yulia Zubir (istri Akmal Malik), your hubby is the best of all. Saya yakin dan percaya Pak Gub pasti ok dan adil,” puji Isran.
Isran juga meminta para pegawai yang telah bekerja dengannya selama ini untuk menaati pimpinan gubernur yang sekarang dan mengikuti program-program yang akan dilakukan nanti.
“Tidak usah macam-macam, tapi saya percaya bawahan saya juga baik-baik, patuh, bekerja dengan baik dan sungguh-sungguh,” sebutnya.
“Saya dan kalian masyarakat Kaltim wajib mendukung sepenuhnya. Bagi pasukan-pasukan yang pernah bantu saya, jangan bantu saya lagi sekarang,” minta Isran seraya bercanda.
Dalam kesempatan itu, Isran secara pribadi juga berharap bupati serta wali kota untuk tidak menghapus dan meminta untuk menyayangi tenaga honorer dan P3K karena mereka adalah orang penting dan diperlukan.
“Yakin kalian tidak akan dihapus. Kalau ada yang berniat menghapus saudara-saudara hati-hati, busuk,” tuturnya.
Ia menegaskan, meskipun tak lagi memiliki kewenangan, dirinya mengaku sudah bersumpah tidak ada honorer yang dihapus di Kaltim.
“Kalau ada yang nongkrong-nongkrong biasa nongkrong itu, PNS juga banyak yang nongkrong. Bupati, wali kota apalagi gubernur suka nongkrong jadi tidak ada lagi alasan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu juga Isran memohon maaf kepada seluruh masyarakat karena merasa bersama mantan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi belum dapat melaksanakan tugas dengan baik dan sempurna
“Kalau kami katakan berhasil itu subjektif, tapi kalau kegagalan itu pasti. Yang kami tahu kami mengalami kegagalan yang cukup banyak, itu yang jelas. Memang manusia begitu modelnya. Kekurangan itulah bagian sesungguhnya sebagai manusia yang sempurna,” jelasnya. (*)

