SAMARINDA: Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda Arif Kurniawan menyampaikan tiga pesan penting kepada masyarakat Kota Tepian.
Ia mengajak warga mempersiapkan diri secara spiritual sejak dini, membiasakan amalan kebaikan, serta menjaga toleransi dan kebersamaan antarumat agar Ramadan dapat dijalani dengan damai dan penuh keberkahan.
Arif Kurniawan menjelaskan bahwa persiapan menyambut Ramadan idealnya tidak dilakukan secara mendadak.
Menurutnya, umat Islam dianjurkan menyiapkan diri sejak bulan Rajab dan Syaban, sebagaimana tuntunan yang diajarkan Rasulullah SAW.
Hal tersebut juga menjadi arahan yang disampaikan kepada kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
“Kalau kami dari PKS, kepada seluruh kader itu sudah persiapan menyambut Ramadan sejak bulan Rajab. Sekarang ini Syaban, dan insyaallah kita bisa dipertemukan dengan Ramadan 1447 Hijriah,” ujarnya, Rabu, 4 Februari 2026.
Pesan pertama yang ditekankan Arif Kurniawan adalah pentingnya mempersiapkan diri secara lahir dan batin.
Ia mengingatkan bahwa Ramadan merupakan bulan yang agung, sehingga perlu disambut dengan kesiapan ibadah dan mental yang baik.
“Intinya sebelum Ramadan kita perlu mempersiapkan diri untuk menyambut bulan yang agung. Ini menjadi himbauan kami, tidak hanya kepada kader, tapi juga kepada umat Islam,” katanya.
Pesan kedua, Arif Kurniawan mengajak masyarakat membiasakan amalan-amalan kebaikan sejak sebelum Ramadan.
Ia menilai, momentum Malam Nisfu Syaban yang baru saja dilaksanakan umat Islam menjadi penanda bahwa bulan puasa sudah semakin dekat.
“Salah satu sambutannya adalah Malam Nisfu Syaban kemarin. Itu sebagai penanda bahwa Ramadan sebentar lagi. Oleh sebab itu kita dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunnah, puasa, sedekah, dan amalan-amalan kebaikan lainnya,” jelasnya.
Dengan membiasakan diri beribadah sejak dini, ia berharap umat Islam akan lebih ringan dan siap dalam menjalankan ibadah puasa serta rangkaian ibadah Ramadan lainnya secara maksimal.
Sementara pesan ketiga yang dinilai tidak kalah penting adalah menjaga toleransi dan kebersamaan.
Arif Kurniawan menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam praktik ibadah merupakan hal yang wajar dan seharusnya disikapi dengan saling menghormati.
“Yang penting juga bagaimana kita toleran. Baik sesama umat Islam, misalnya ada perbedaan soal Nisfu Syaban atau jumlah rakaat salat tarawih, 23 atau 11. Itu semua harus disikapi dengan toleransi,” ujarnya.
Ia menambahkan, sikap toleran tidak hanya berlaku di internal umat Islam, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat secara luas, mengingat Samarinda merupakan kota yang majemuk dengan latar belakang agama dan budaya yang beragam.
“Dengan menjaga toleransi dan kebersamaan, kita berharap suasana Ramadan di Samarinda bisa berjalan damai, rukun, dan penuh kegembiraan,” pungkasnya.

