SAMARINDA: Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem buka tutup di Jembatan Mahakam IV pada Kamis, 29 Januari 2026 malam hingga Jumat, 30 Januari 2026 dini hari, menyusul penutupan Jembatan Mahakam Ulu untuk kepentingan uji beban oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Penataan Ruang (PUPR-Pera) Kalimantan Timur (Kaltim).
Kepala Unit (Kanit) Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polresta Samarinda, Ismail Marzuki, mengatakan kebijakan ini diambil berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) serta instansi terkait.

“Untuk sementara kami berlakukan sistem buka tutup di Jembatan Mahakam IV. Kendaraan dengan muatan sekitar 20 ton masih diperbolehkan melintas,” ujar Ismail saat ditemui di lokasi pengaturan lalu lintas.
Dalam pelaksanaannya, polisi melakukan simulasi teknis di lapangan untuk menilai kelayakan jalur, khususnya bagi kendaraan angkutan barang berukuran besar.
Ismail mengungkapkan, kendaraan kontainer 40 feet mengalami kendala saat melintas karena kondisi tikungan menuju arah Untung Suropati yang sempit dan tidak memungkinkan kendaraan berpapasan.
“Kalau kontainer 20 feet masih bisa melintas. Tetapi untuk kontainer 40 feet cukup sulit karena ada penyempitan dan tikungan yang tidak sesuai. Itu yang sedang kami simulasikan,” jelasnya.
Sistem buka tutup diterapkan dengan durasi sekitar 15 menit untuk setiap arah, sambil memantau volume kendaraan yang melintas.
Berdasarkan hasil pemantauan dini hari, arus lalu lintas dari dalam Kota Samarinda terpantau relatif lengang, dengan antrean hanya mencapai sekitar kawasan Masjid Karang Asam.
Namun dari arah luar kota menuju Samarinda, volume kendaraan mulai meningkat dan didominasi truk logistik.
Sebanyak delapan personel Satlantas diterjunkan untuk mengamankan dan mengatur arus lalu lintas.
Pengamanan juga melibatkan Dishub Provinsi Kaltim, Dishub Kota Samarinda, serta perwakilan dari asosiasi angkutan barang guna memastikan pelaksanaan rekayasa berjalan tertib dan aman.
Ismail turut mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan, agar membatasi aktivitas penyeberangan pada malam hari selama penutupan Jembatan Mahakam I masih berlangsung.
“Kami imbau warga untuk bersabar dan sebisa mungkin menghindari aktivitas menyeberang di malam hari. Banyak kendaraan besar seperti kontainer yang melintas, sehingga keselamatan tetap harus diutamakan,” pungkasnya.
Rekayasa lalu lintas ini akan terus dievaluasi oleh kepolisian bersama instansi terkait, menyesuaikan dengan perkembangan kondisi lapangan serta hasil pengujian struktur Jembatan Mahulu oleh pihak berwenang.

