SAMARINDA: Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Timur (Kaltim)Mohammad Sukri menilai kegiatan pertandingan persahabatan mini soccer menjadi ruang penting bagi jurnalis untuk menjaga kesehatan fisik sekaligus mempererat silaturahmi.
Hal itu disampaikan Sukri usai mengikuti pertandingan bersama tim Samarinda 1 di Lapangan Aubry Juanda Samarinda, Jumat, 19 Desember 2025.
“Kita bersyukur kegiatan hari ini sebagai ajang silaturahmi dengan tujuan olahraga, membuat jiwa sehat dan pikiran sehat. Karena kejenuhan itu jelas terjadi,” ujar Sukri.
Menurutnya, aktivitas olahraga bersama menjadi sarana pelepas penat di tengah rutinitas kerja jurnalistik yang padat dan penuh tekanan.
“Dengan kita main mini soccer hari ini, tentunya JMSI mendukung kegiatan seperti ini. Jurnalis dari Balikpapan, Samarinda, Kukar, dan PHSS bisa berkumpul bersama,” katanya.
Sukri juga menilai kegiatan olahraga yang melibatkan insan pers bukan hal baru, namun tetap relevan untuk terus dilaksanakan.
Ia menyebut, Pertamina melalui program BASO IGA PHI kerap menginisiasi kegiatan serupa setiap tahun.
“Ini sebuah terobosan. Memang Pertamina sering melakukan kegiatan olahraga atau kegiatan lainnya setiap tahun. Kegiatan seperti ini harus terus didukung,” ucapnya.
Menurut Sukri, selain berdampak pada kesehatan, kegiatan tersebut juga membangun hubungan personal antarsesama wartawan yang selama ini lebih banyak berinteraksi dalam konteks pekerjaan.
“Di samping sehat, kita bisa tersenyum, bisa happy. Kadang-kadang kita wartawan ini sibuk. Dengan kegiatan seperti ini, kita bisa bersilaturahmi, kumpul dengan berbagai karakter, dapat senyuman, dan dapat sehat. Itu yang penting,” tuturnya.
Pertandingan mini soccer BASO IGA PHI Regional Kalimantan diikuti jurnalis dari tiga daerah, yakni Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Balikpapan, serta perwakilan PHSS. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program BASO IGA (Bincang Asik Soal Hulu Migas) yang digagas Pertamina Hulu Indonesia sejak 2021.
Pada pertandingan ini, Tim Samarinda 2 berhasil meraih juara 1, disusul Balikpapan, kemudian Kukar 1, Kukar 2, Samarinda 1 dan ke-6 PHSS.
Ketua PWI Kalimantan Timur Abdurrahman Amin menilai kemenangan Samarinda 2 salah satunya ditentukan oleh rotasi pemain yang lebih baik sehingga kondisi fisik tim tetap terjaga hingga laga akhir.
“Tim Samarinda 2 menang karena jumlah pemainnya lebih banyak, jadi rotasinya jalan. Ada tiga sampai empat orang yang bisa bergantian main, sehingga secara fisik lebih siap,” ujar Abdurrahman yang pada kesempatan itu juga ikut menjadi bagian Tim Samarinda 2.
Menurutnya, dari sisi teknik, kemampuan antar tim relatif seimbang mengingat seluruh peserta berasal dari kalangan jurnalis.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan BASO IGA PHI Regional Kalimantan yang kembali mempertemukan wartawan dari tiga daerah dalam suasana kebersamaan.
“Kami dari wartawan Kaltim mengucapkan terima kasih karena kegiatan ini rutin digelar. Tujuannya jelas, untuk mempererat silaturahmi antar wartawan Samarinda, Kukar, dan Balikpapan,” kata Abdurrahman.

